Kenali Aturan Minum Obat Cacing Sesuai Jenisnya

  • 25 Agt 2025 11:29 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Fenomena kasus tubuh anak penuh cacing belakangan ini, menyadarkan pentingnya penanganan penyakit cacingan sejak dini. Salah satu langkah utamanya, adalah mengonsumsi obat cacing sesuai aturan dan jenis yang tepat.

Jika tidak ditangani, penyakit cacingan dapat menguras nutrisi dalam tubuh. Kalau nutrisi tubuh terkuras, menyebabkan malnutrisi, anemia, hingga menghambat tumbuh kembang anak.

Oleh karena itu, pemilihan obat cacing perlu disesuaikan dengan jenis cacing penyebab infeksi, serta kondisi kesehatan penderita. Melansir laman Alodokter, cara minum obat cacing tidak boleh sembarangan karena setiap jenis obat memiliki aturan berbeda.

Berikut beberapa jenis obat cacing dan cara mengonsumsinya:

1.Piperazine

Jenis obat ini biasanya diberikan untuk mengatasi infeksi cacing kremi dan gelang. Piperazine tersedia dalam bentuk larutan ataupun tablet.

Piperazine bekerja dengan cara melumpuhkan cacing, sehingga cacing akan terbawa keluar bersama tinja. Obat ini dapat diminum sebelum maupun sesudah makan.

Jenis ini, tidak dianjurkan bersamaan dengan pirantel pamoat, chlorpromazine, tramadol, bupropion, atau obat pencahar yang mengandung sodium bifosfat. Untuk itu, sebelum mengonsumsinya, sebaiknya tetap berkonsultasi dengan dokter agar dosis yang diberikan sesuai kebutuhan tubuh.

2.Pirantel Pamoat

Obat cacing jenis ini, efektif membasmi cacing gelang, kremi, dan tambang. Mekanisme obat ini membuat cacing lumpuh dan akhirnya keluar bersama kotoran.

Adapun untuk dosisnya menyesuaikan berat badan serta jenis infeksi cacing. Obat ini boleh dikonsumsi saat perut kosong maupun setelah makan.

3.Levamisole

Levamisole merupakan obat yang efektif untuk mengatasi infeksi cacing gelang. Obat ini bekerja dengan cara menghambat pertumbuhan cacing di dalam usus, sekaligus memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Mengonsumsi levamisole dianjurkan diminum bersama makanan atau susu untuk mengurangi efek samping berupa mual. Namun, obat ini tidak boleh dikonsumsi bersamaan dengan minuman beralkohol.

4.Mebendazole

Obat jenis ini, sering digunakan untuk membasmi cacing kremi, cacing cambuk, cacing gelang, hingga cacing tambang, termasuk telurnya. Cara kerjanya, dengan menghambat penyerapan nutrisi pada cacing sehingga lama-kelamaan cacing akan mati karena kelaparan.

Obat ini tersedia dalam bentuk tablet kunyah yang bisa diminum saat perut kosong. Namun, lebih baik bersama makanan berlemak seperti susu atau es krim.

Selain itu, mebendazole juga dapat dihancurkan dan dicampurkan ke dalam makanan. Tetapi, hindari mengonsumsinya bersamaan dengan metronidazole, phenytoin, carbamazepine, maupun cimetidine.

5.Albendazole

Albendazole bekerja hampir sama dengan mebendazole, yaitu dengan menghambat penyerapan nutrisi cacing hingga cacing akhirnya mati kelaparan. Obat ini mampu mengatasi berbagai infeksi cacing, mulai dari cacing pita, gelang, tambang, hingga kremi.

Albendazole sebaiknya dikonsumsi sesuai resep dokter dan diminum saat makan. Tablet bisa dikunyah atau dihancurkan dengan bantuan air.

Namun, penggunaannya harus hati-hati karena tidak boleh dikombinasikan dengan sejumlah obat lain. Seperti dexamethasone, praziquantel, cimetidine, clozapine, obat kejang, diltiazem, ARV, obat malaria, ganciclovir, dan itraconazole.

6.Praziquantel

Obat ini, direkomendasikan untuk membasmi cacing hati serta cacing skistosoma. Cara kerjanya melumpuhkan cacing dan membuatnya melepaskan isapan dari tubuh inang.

Praziquantel sebaiknya dikonsumsi bersama makanan dan air. Obat ini, harus ditelan langsung tanpa dikunyah atau dihancurkan karena rasanya sangat pahit.

Jika anak kesulitan menelan tablet, obat boleh dihancurkan lalu dicampur dengan makanan lunak atau minuman. Tetapi harus segera dikonsumsi dalam waktu satu jam setelah obat dicampur.

Penggunaan praziquantel juga perlu hati-hati karena tidak disarankan bersamaan dengan beberapa jenis obat. Seperti, obat TB rifampicin, dexamethasone, obat kejang, cimetidine, erythromicine, maupun chloroquine.

Itulah jenis obat cacing beserta cara penggunaannya. Sejumlah obat cacing, misalnya piperazine, pirantel pamoat, dan mebendazole, tersedia di pasaran sebagai obat bebas terbatas.

Jika membeli obat cacing tanpa resep dokter, penting untuk membaca dengan seksama petunjuk penggunaan yang tercantum pada kemasan. Sementara itu, untuk obat dalam bentuk larutan atau sirop, pastikan dikocok terlebih dahulu sebelum diminum.

Selain minum obat cacing, pencegahan wajib dilakukan dengan menjaga kebersihan tubuh, memakai alas kaki, serta rajin mencuci tangan. Kebiasaan sederhana tersebut dapat membantu menurunkan risiko cacingan, serta melindungi kesehatan anak maupun orang dewasa.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....