Penyebab Inner Critic, Waspadai!

  • 20 Agt 2025 11:20 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun : Inner critic atau kritik diri termasuk self-talk yang menuju ke arah yang negative.

Inner critic cenderung tidak mengembangkan potensi karena lebih mengkritisi hal-hal yang kita lakukan. Hal tersebut yang menyebabkan munculnya kecemasan bahkan overthinking.

Menurut Andy Cahyadi, M.Psi., (psikolog), inner critic disebabkan beberapa factor. Inner critic terbentuk dari pengalaman masa kecil, didikan otoritatif atau trauma emosional.

Pola asuh atau pengalaman masa kecil

Ada beberapa orang tua atau orang sekitar yang lebih sering mengkritik apa yang dilakukan anak. Kritik itulah yang terbawa oleh anak hingga dewasa, sehingga mereka juga sering menkritisi sendiri dan apa yang dilakukan.

Tidak pernah mendapat apresiasi

Seseorang yang tidak pernah mendapat apresiasi atas apa yang dilakukan padahal itu bernilai baik, akan cenderung tidak percaya diri dan bahkan tertekan. Tingginya ekspektasi yang diberikan padanya akan berdampak pada kebiasaan mengkritisi diri sendiri atau auto critic.

Pelabelan yang membentuk self-image

Pelabelan terhadap seseorang akan menimbulkan gambaran diri. Pelabelan yang negative akan membuat seseorang tidak percaya diri, bahkan cenderung terus menyalahkan diri atas ketidak mampuannya tersebut.

Trauma atas kegagalan

Kegagalan besar di masa lalu bisa menimbulkan trauma yang akan membuat seseorang takut melangkah dan cenderung tidak berkembang.

Perfeksionis atau standart tinggi

Seseorang yang terlalu perfeksionis dan memiliki standart tinggi, akan sering merasa tidak puas dan mengkritisi setiap tindakannya yang dianggap kurang tersebut.

Perbandingan social

Seringnya membandingkan diri dengan orang lain akan membuat seseorang minder dan terjadi auto critic.

Mengutip Psychology Today, Inner critic sesungguhnya yang bisa melindungi diri sendiri dari kegagalan atau penolakan. Namun, caranya yang salah karena melindungi dengan cara menyerang.

Hal tersebut sering berupa suara dalam diri atau pikiran negative yang meremehkan diri sendiri. Jika inner critic tidak ditangani, suara-suara tersebut tidak hanya menyakiti mental tapi membebani system saraf dan tubuh secara fisik.

Meskipun memiliki suara batin yang kritis adalah hal yang umum, bagi banyak orang, suara semacam itu begitu normal sehingga mereka bahkan tidak menyadarinya. Sebaliknya, mereka sering kali mendapati diri mereka dalam suasana hati yang tertekan atau cemas.

“Orang yang mengkritisi diri sendiri kan akhirnya berfikir kemana-mana. Maka itu dampak inner critics bisa menimbulkan kecemasan sampai overthinking”, tandas Andy.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....