IDAI Soroti Peningkatan Gangguan Kesehatan Mental Remaja

  • 19 Agt 2025 17:06 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyoroti peningkatan risiko gangguan mental pada remaja. Masalah tersebut dipicu beban akademik berlebihan, bullying, dan pengaruh media sosial.

Ketua Pengurus Pusat IDAI, Piprim Basarah Yanuarso, menyebut satu dari tujuh remaja alami gangguan mental. Data itu merujuk hasil kajian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Gangguan mental remaja ini beragam. Paling sering ditemukan berupa depresi, kecemasan, atau perilaku menyimpang,” ujar Piprim dalam seminar daring ‘Kesehatan Mental pada Remaja’, Selasa (19/8/2025).

Menurutnya, beban akademik berlebih sejak sekolah dasar menjadi salah satu penyebab utama. Tuntutan berprestasi dari orang tua kerap menambah tekanan.

“Persaingan semakin ketat, sementara anak dituntut selalu berprestasi. Kondisi ini dapat memperparah stres pada remaja,” ujar Piprim.

Perundungan juga menjadi faktor serius yang memengaruhi kesehatan mental anak. Piprim mencontohkan kasus seorang anak yang menolak sekolah akibat perundungan.

Selain itu, ia menilai media sosial turut berkontribusi besar pada gangguan mental remaja. Paparan konten negatif dan kejahatan siber sering kali mengganggu psikologis mereka.

“Perang media sosial membuat anak-anak semakin rentan,” ucapnya. Ia menegaskan bahwa dukungan keluarga dan lingkungan sangat penting.

IDAI menekankan perlunya keluarga yang solid dan lingkungan yang sehat bagi remaja. Kedua hal itu diyakini menjadi benteng awal pencegahan masalah mental.

Seminar daring ini menjadi bagian kampanye IDAI terkait kesehatan mental remaja. IDAI berharap kesadaran masyarakat meningkat dalam melindungi generasi muda dari gangguan psikologis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....