Bahaya Terlalu Sering Mengonsumsi Makanan Ringan Kemasan
- 14 Agt 2025 10:42 WIB
- Bengkalis
KBRN, Bengkalis : Makanan ringan kemasan memang praktis dan sering menjadi pilihan untuk camilan sehari-hari, terutama karena rasanya yang gurih dan beragam. Namun, terlalu sering mengonsumsinya dapat membawa dampak negatif bagi kesehatan, karena umumnya mengandung kadar garam, gula, lemak jenuh, serta bahan pengawet yang tinggi.
Tanpa disadari, kebiasaan ini bisa meningkatkan risiko berbagai penyakit. Mengutip laman situ Alo dokter Kemenkes RI, berikut ini adalah beragam bahaya yang mungkin muncul dari mengonsumsi makanan ringan kemasan terlalu sering:
1. Obesitas
Bukan rahasia lagi bila makanan berkalori tinggi menjadi penyebab obesitas. Nah, makanan ringan kemasan cenderung tinggi kalori dibandingkan makanan segar atau makanan yang diolah sendiri, sehingga bisa meningkatkan risiko terkena obesitas bila dikonsumsi terlalu sering.
Bayangkan, sekitar 1 bungkus atau 100 gram keripik kentang kalorinya bisa mencapai 545 kalori. Padahal, konsumsi kalori harian rata-rata orang dewasa hanya 2.000 kalori untuk wanita dan 2.500 kalori untuk pria. Itu artinya, ngemil 1 bungkus keripik kentang saja sudah mencapai hampir ¼ kebutuhan kalori harian.
2. Diabetes tipe 2
Selain obesitas, makanan tinggi kalori juga bisa meningkatkan risiko terjadinya diabetes tipe 2, lho. Penyakit kronis ini tidak semata-mata hanya karena kebiasaan minum minuman manis, tetapi juga akibat kebiasaan makan makanan ringan kemasan yang tinggi gula, lemak jenuh, dan sodium (garam)
3. Penyakit jantung
Kadar gula, lemak jenuh, dan sodium yang tinggi dalam makanan ringan kemasan berpotensi meningkatkan kadar kolesterol jahat dan tekanan darah, yang mana hal tersebut merupakan faktor risiko penyakit jantung.
Penelitian juga menyebutkan bahwa orang yang sering mengonsumsi makanan ringan kemasan lebih berisiko terkena penyakit kardiovaskuler, termasuk penyakit jantung dan aterosklerosis, dibandingkan yang tidak atau jarang mengonsumsinya.
4. Radang usus
Beberapa makanan ringan kemasan, seperti biskuit, roti, selai kacang, dan sosis, biasanya mengandung zat pengemulsi. Penambahan zat ini bertujuan untuk memperpanjang umur penyimpanan dan mempertahankan bentuk makanan, sehingga tetap menarik meski sudah jauh dari tanggal produksinya.
Sayangnya, konsumsi zat pengemulsi secara berlebihan bisa merusak lapisan usus yang meningkatkan risiko terjadinya radang usus.
5. Kanker usus besar
Tak hanya kandungan gula, garam, dan lemak jenuh, bahan pengawet dalam makanan ringan kemasan juga patut kamu waspadai, nih. Soalnya, risiko terkena kanker usus besar terbukti meningkat bila seseorang gemar mengonsumsi makanan berpengawet.
Bukan tanpa alasan, bahan kimia yang digunakan untuk mengawetkan makanan kebanyakan bersifat karsinogenik, yaitu zat yang berpotensi menyebabkan kanker.
6. Depresi dan gangguan kecemasan
Ada kaitan antara konsumsi makanan ringan dengan gangguan mental. Jadi, makanan ringan kemasan biasanya mengandung gula tambahan. Nah, konsumsi gula tambahan ini bisa merusak fungsi usus, tempat di mana produksi serotonin terjadi.
Serotonin sendiri adalah hormon yang berperan untuk memperbaiki suasana hati menjadi lebih baik. Kalau produksi serotonin terganggu, suasana hati pun akan memburuk. Suasana hati yang buruk dikaitkan dengan gangguan mental, seperti depresi dan gangguan kecemasan.
Sebenarnya, makan makanan ringan kemasan boleh-boleh saja, asalkan tidak berlebihan dan cukup sesekali saja. Nah, sebelum mengonsumsinya, periksa label nutrisi yang tertera di kemasan dan pilihlah produk dengan kadar lemak total, lemak jenuh, gula, serta garam yang rendah.
Berikut ini panduan sehat memilih makanan ringan kemasan:
- Kadar lemak total tidak lebih dari 3 gram per 100 gram makanan
- Kadar lemak jenuh tidak lebih dari 1,5 gram per 100 gram makanan
- Kadar gula tidak lebih dari 5 gram per 100 gram makanan
- Kadar garam tidak lebih dari 0,3 gram per 100 gram makanan
Selain itu, perlu diketahui juga bahwa kandungan gula tidak selalu tertulis dengan kata “gula” di label nutrisi. Ada banyak nama yang digunakan untuk menyebut gula, mulai dari sirup jagung, fruktosa, glukosa, sukrosa, madu, atau maltosa. Jadi, jangan senang dulu saat kadar “gula” tidak tertulis di kemasan, ya.
Memang tidak mudah untuk menghentikan kebiasaan makan makanan ringan kemasan. Namun, kesehatan tubuhmu tetaplah yang utama. Jangan sampai berbagai penyakit kronis menyerang hanya karena kamu tidak mampu menahan keinginan untuk mengonsumsi makanan ringan kemasan.
Daripada makanan ringan kemasan, pilihlah camilan sehat rendah kalori dan kaya nutrisi, seperti ubi rebus, apel, pisang, atau kentang panggang. Tak hanya sehat, camilan ini juga memiliki rasa yang enak dan harganya relatif terjangkau.
Oleh karena itu, penting bagi kita untuk lebih bijak dalam mengonsumsi makanan ringan kemasan dengan membatasi frekuensinya dan memilih camilan yang lebih sehat, seperti buah, kacang-kacangan, atau makanan olahan rumahan.
Dengan menjaga pola makan yang seimbang dan memperhatikan asupan harian, kita dapat mengurangi risiko gangguan kesehatan sekaligus membiasakan diri untuk hidup lebih sehat sejak dini. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter, apalagi kalau kamu memang menderita penyakit tertentu yang perlu memperhatikan asupan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....