Inovasi AI UGM untuk Skrining TBC Cepat
- 12 Agt 2025 20:16 WIB
- Bengkulu
KBRN, BENGKULU - Tuberkulosis (TBC) masih menjadi tantangan besar dalam sektor kesehatan Indonesia. Menurut data WHO, Indonesia menempati peringkat kedua jumlah kasus TBC terbanyak di dunia. Untuk mempercepat deteksi dan penanganannya, tim peneliti dari Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan TBScreen.AI, aplikasi skrining TBC berbasis kecerdasan buatan (AI) pertama di Indonesia, yang dapat diakses melalui tbscreen.ai. Dikutip pada Selasa (12/08/2025).
Aplikasi ini dirancang untuk digunakan oleh tenaga kesehatan maupun masyarakat umum. Pengguna cukup mengunggah foto rontgen dada ke sistem, yang kemudian secara otomatis dianalisis oleh model AI. Hasilnya berupa persentase kemungkinan terindikasi TBC, sebagai langkah awal sebelum pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter. Menurut Kementerian Kesehatan, metode skrining digital seperti ini penting untuk memperluas akses diagnosis, terutama di wilayah dengan keterbatasan layanan kesehatan.
TBScreen.AI dikembangkan menggunakan teknologi Digital Image Processing, Computer Vision, dan Machine Learning. Dataset awal diambil dari RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, dan telah divalidasi oleh tim klinis serta radiologi. Model awal ini memiliki tingkat akurasi sebesar 64% dari 936 data, dan akan terus ditingkatkan melalui penambahan data dari rumah sakit lainnya, termasuk RSUD Mimika di Papua. Hal ini sejalan dengan pendekatan data-driven yang semakin diterapkan dalam dunia medis global.
Proyek ini merupakan bagian dari KONEKSI X-ray AI TB Project, yang mendapat dukungan pendanaan dari Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Australia. Kolaborasi ini melibatkan institusi di dalam dan luar negeri. Saat ini, aplikasi sedang dalam tahap uji coba terbatas di Balkesmas Klaten dan RSUD Mimika, untuk mendapatkan masukan dari lapangan. Pengujian ini penting guna menyempurnakan sistem sebelum peluncuran resmi secara nasional.
Dengan inovasi ini, diharapkan proses deteksi dini TBC bisa dilakukan lebih cepat, efisien, dan menjangkau lebih banyak wilayah terpencil. Inisiatif ini juga mendukung target pemerintah dalam mencapai Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam menurunkan angka kematian akibat penyakit menular. TBScreen.AI menunjukkan bahwa kolaborasi teknologi dan kesehatan dapat memberikan solusi nyata bagi permasalahan kesehatan masyarakat Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....