Ketahui Penyebab, Gejala, Penanganan Dislokasi Bahu
- 10 Agt 2025 14:21 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Jefri Nichol sempat mengalami dislokasi bahu saat bertanding melawan El Rumi di ajang 'Superstar Knockout Vol. 3', Sabtu malam (9/8/2025). Hal tersebut menyebabkan ia harus mengakui kekalahan dari El Rumi di pertengahan ronde pertama.
Namun, apa yang menyebabkan Jefri Nichol hingga mengalami dislokasi bahu? Untuk mengetahui kondisi ini secara lengkap, berikut penjelasan penyebab, gejala, hingga penanganannya:
Dilansir dari alodokter, dislokasi bahu adalah kondisi ketika bonggol tulang lengan atas terlepas dari sendi bahu. Kondisi ini rentan terjadi pada orang dengan sendi terlalu lentur, lanjut usia, atau yang aktif berolahraga.
Sendi bahu dapat bergerak ke berbagai arah, tetapi memiliki rongga yang dangkal. Oleh sebab itu, bahu menjadi sendi yang paling mudah mengalami dislokasi.
1. Jenis Dislokasi
Dislokasi bahu bisa terjadi ke arah depan, belakang, atau bawah. Jenis yang paling sering adalah dislokasi anterior, ketika tulang lengan atas bergeser ke depan.
Dislokasi anterior biasanya terjadi saat melempar barang atau menahan tubuh ketika terjatuh. Gerakan tersebut memberi tekanan besar pada sendi bahu.
2. Penyebab
-Olahraga seperti sepak bola, voli, dan senam.
-Kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan benturan keras pada bahu.
-Jatuh dengan tangan menahan tubuh.
-Kejang atau sengatan listrik yang membuat otot berkontraksi kuat.
3. Gejala
-Tonjolan di sekitar bahu.
-Nyeri hebat pada bahu.
-Lengan tampak keluar dari posisi normal.
-Bengkak atau memar di sekitar bahu.
-Sulit menggerakkan lengan.
-Otot terasa tegang atau mati rasa di leher, lengan, atau jari.
4. Kapan Harus ke Dokter
Segera periksakan diri jika gejala muncul setelah kecelakaan atau jatuh. Setiap detik penting untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.
Jangan memaksa menggerakkan atau memijat bahu yang cedera. Kompres es selama 15–20 menit untuk mengurangi nyeri dan bengkak.
5. Diagnosis
Dokter akan menanyakan gejala dan riwayat cedera. Pemeriksaan fisik dilakukan untuk memastikan posisi tulang.
6. Pengobatan
Reposisi bahu atau reduksi tertutup dilakukan dengan mengembalikan tulang lengan atas ke posisi semula. Sebelum tindakan, pasien diberikan obat pelemas otot, penenang, atau bius untuk mengurangi nyeri.
Operasi dilakukan jika dislokasi berulang atau terjadi kerusakan jaringan. Tindakan ini memperbaiki posisi bahu dan mengencangkan jaringan penyokong yang lemah.
Pemasangan penyangga digunakan untuk menjaga bahu tetap stabil selama pemulihan. Lama penggunaan bervariasi dari beberapa hari hingga tiga minggu, dengan pemulihan total umumnya tiga hingga empat bulan.
7. Perawatan Mandiri
Kompres es 15–20 menit, 3–4 kali sehari. Setelah bengkak reda, gunakan kompres hangat untuk mengendurkan otot.
Istirahatkan bahu dan hindari beban berat atau gerakan yang memicu nyeri. Obat pereda nyeri seperti paracetamol dapat digunakan sesuai anjuran dokter.9
8. Fisioterapi
Dilakukan setelah bahu pulih dari cedera awal. Tujuannya mengembalikan kekuatan, jangkauan gerak, dan stabilitas sendi bahu.
Dengan fisioterapi, pasien dapat kembali beraktivitas secara normal. Latihan dilakukan sesuai arahan terapis atau dokter.
9. Komplikasi
Dislokasi bahu dapat merusak saraf, otot, ligamen, tendon, atau pembuluh darah di sekitar sendi. Kerusakan ini dapat memperburuk fungsi bahu.
Bahu yang pernah dislokasi berisiko menjadi tidak stabil. Kondisi ini membuatnya lebih mudah mengalami dislokasi kembali.
10. Pencegahan
Berolahraga secara teratur untuk menjaga kekuatan dan fleksibilitas otot bahu. Gunakan pelindung saat olahraga yang melibatkan kontak fisik.
Berhati-hati saat beraktivitas agar tidak jatuh atau cedera. Ikuti program fisioterapi jika pernah mengalami dislokasi untuk menjaga stabilitas bahu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....