Ketahui Tahapan Cek Kesehatan Gratis Sekolah
- 03 Agt 2025 18:16 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Pemerintah memulai Program Cek Kesehatan Gratis (CGK) di sekolah mulai, Senin (4/8/2025). Ada beberapa tahapan dalam pelaksanaan CKG yang menargetkan 53,8 juta pelajar dari SD hingga SMA di seluruh Indonesia.
Peluncuran awal dilakukan serentak di 12 sekolah dan madrasah sebagai proyek percontohan nasional. Langkah ini diharapkan jadi tonggak skrining kesehatan menyeluruh sejak usia sekolah.
Pemeriksaan kesehatan disesuaikan dengan jenjang pendidikan dan kebutuhan usia masing-masing siswa. Tahapan pemeriksaan juga melibatkan peran guru UKS dan guru PJOK di lapangan.
Siswa SD akan menjalani 13 jenis pemeriksaan, seperti gizi, tekanan darah, mata, telinga, dan mental. Pemeriksaan juga mencakup status imunisasi serta kebugaran fisik untuk kelas 4 hingga 6.
Siswa SMP dan SMA diperiksa lebih lanjut, termasuk skrining anemia dan kesehatan reproduksi remaja. Selain itu, diperiksa pula risiko penyakit menular serta gangguan tidur dan mental emosional.
Tidak ada pemeriksaan darah untuk siswa Sekolah Dasar (SD). Pemeriksaan darah hanya dilakukan pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) dengan metode minim invasif.
Pemerintah memastikan hasil pemeriksaan tercatat di aplikasi SATUSEHAT dan ditindaklanjuti oleh Puskesmas. Rujukan kesehatan akan diberikan bila ditemukan indikasi gangguan pada hasil skrining.
Dikutip dari Kementerian Kesehatan, berikut tahapan pemeriksaan CKG Sekolah:
1. H-7: Kuesioner online dibagikan kepada orang tua siswa
2. H-2: Tenaga kesehatan memverifikasi alat, logistik, dan BMHP
3. Hari H: Pemeriksaan dilakukan di dua ruang terpisah, sesuai standar protokol teknis.
4. Pemeriksaan siswa SD: meliputi gizi, gigi, mata, telinga, tekanan darah, mental, dan kebugaran.
5. Pemeriksaan siswa SMP dan SMA: meliputi tambahan anemia, penyakit menular, reproduksi, dan mental.
6. Hasil dicatat di aplikasi SATUSEHAT, dengan tindak lanjut bila diperlukan.
Program ini diharapkan memperkuat budaya hidup sehat di lingkungan pendidikan dasar dan menengah. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya menuju Indonesia Sehat dan Emas 2045. (Afriani Respati)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....