Waspadai Kencing Berbusa, Bisa Jadi Gangguan Ginjal

  • 28 Jul 2025 13:52 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Surakarta: Jangan anggap sepele jika air kencing berbusa muncul terus-menerus tanpa sebab yang jelas. Meski sering dianggap remeh atau hanya efek dari dehidrasi, kondisi ini bisa menjadi sinyal awal gangguan serius pada ginjal.

Salah satu indikasi medis dari urin berbusa adalah kebocoran protein, yang bisa menjadi gejala penyakit ginjal kronis. Berdasarkan laman Kemenkes (7/3/2023), Dr. Eva Susanti, S.Kp, M.Kes. mengatakan penyakit ginjal kronis merupakan suatu kerusakan ginjal baik struktural maupun fungsional yang terjadi sudah lebih dari 3 bulan dan berlangsung progressive atau semakin lama semakin memburuk.

Menurutnya, dengan obat apapun seseorang yang sudah didiagnosis sebagai penyakit ginjal kronis tetap suatu saat akan memburuk atau stadiumnya akan terus naik dari stadium 1 sampai 5. Pada stadium 5 pasien harus menjalani cuci darah atau terapi pengganti ginjal.

Sementara itu, Dr. dr. Wachid Putranto, SpPD., seorang Dokter Konsultan Ginjal Hipertensi yang juga merupakan anggota dari Perhimpunan Nefrologi Indonesia (Pernefri) mengatakan gejala dari penyakit ginjal kronis seringkali tanpa gejala. Munculnya gejala terjadi pada stadium yang sudah lanjut biasanya sudah stadium 4 atau stadium 5.

Menurut dr. Wachid, deteksi dini sangat penting dilakukan. Deteksi dini gangguan ginjal salah satunya dengan waspada bila air kencing berbusa, berwarna merah saat buang air kecil, atau pada pemeriksaan didapatkan adanya hipertensi.

Lanjutnya, pencegahan dilakukan dengan penerapan pola hidup sehat. Selain itu, masyarakat perlu menghindari minum obat sembarangan seperti obat anti nyeri atau obat asam urat tanpa resep dokter. (Dinar Rusydiana)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....