Sering Mual dan Pusing Saat Lapar? Ini Penjelasannya
- 11 Jul 2025 21:27 WIB
- Bogor
KBRN, Bogor: Makanan merupakan sumber utama energi bagi tubuh manusia. Tanpa asupan makanan yang cukup, tubuh akan kehilangan cadangan energi yang dibutuhkan untuk beraktivitas. Ketika cadangan energi ini mulai menipis, tubuh secara otomatis akan memberi sinyal ke otak bahwa kita memerlukan tambahan energi.
Otak pun akan memerintahkan organ-organ lain untuk menunjukkan tanda-tanda lapar salah satunya yang paling umum adalah bunyi ‘keroncongan’ dari perut. Bunyi ini sebenarnya berasal dari gerakan peristaltik di sistem pencernaan, yaitu gerakan otot-otot yang meremas dan mendorong isi perut. Menariknya, gerakan ini tetap berlangsung meskipun perut sedang kosong, sehingga muncullah suara khas tersebut.
Namun, bagi sebagian orang, rasa lapar tak hanya membuat perut berbunyi, tapi juga menimbulkan mual atau bahkan pusing. Apa sebenarnya yang terjadi di balik gejala ini?
Kenapa Lapar Bisa Bikin Mual?
Menurut ahli gastroenterologi dari Cleveland Clinic yang dikutip oleh Live Science, rasa mual saat lapar disebabkan oleh penumpukan asam klorida dalam lambung. Biasanya, asam ini berfungsi membantu mencerna makanan dan mengolahnya menjadi energi. Namun, ketika kita tidak makan dalam waktu yang lama, asam tersebut tetap diproduksi dan menumpuk karena tidak ada makanan untuk dicerna.
Akibatnya, asam bisa naik ke kerongkongan dan memicu gejala asam lambung naik, seperti mulas dan mual. Selain itu, sistem endokrin tubuh ikut berperan dalam menandai kelaparan. Hormon ghrelin, yang merangsang rasa lapar, akan memberi sinyal kuat ke otak untuk segera mencari makanan. Jika dibiarkan, lonjakan hormon ini juga bisa memicu rasa mual sebagai bentuk alarm tubuh.
Pusing Saat Lapar, Apa Penyebabnya?
Rasa pusing atau sakit kepala saat lapar juga merupakan keluhan umum. Dikutip dari verywellhealth.com, kondisi ini biasanya terjadi setelah tubuh tidak menerima makanan selama belasan jam. Pusing bisa dirasakan di seluruh kepala atau terkonsentrasi di bagian dahi, tergantung individu.
Secara medis, ini dikenal sebagai hipoglikemia atau kondisi ketika kadar gula darah menurun drastis. Gula darah yang rendah berarti otak tidak mendapatkan cukup energi untuk bekerja optimal, sehingga muncullah rasa pusing.
Tak hanya itu, dehidrasi juga bisa memperparah kondisi. Ketika tubuh kekurangan cairan, otak melepaskan hormon stres yang dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah dan ketegangan otot semuanya berujung pada sakit kepala atau pusing.
Bisa disimpulkan, bahwa rasa mual dan pusing saat lapar adalah respons alami tubuh ketika energi dan nutrisi mulai menipis. Dari asam lambung yang meningkat, hormon lapar yang melonjak, hingga kadar gula darah yang turun semuanya menjadi sinyal penting agar kita segera memberi asupan pada tubuh.
Jadi, jangan abaikan sinyal-sinyal tersebut. Pastikan untuk makan secara teratur dan cukup minum air agar tubuh tetap berfungsi optimal. Lapar adalah alarm tubuh dan kita perlu mendengarkannya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....