Belut: Superfood Ibu Hamil yang Terjangkau dan Bergizi

  • 09 Jul 2025 15:13 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Belut dikenal sebagai sekelompok ikan mirip ular dari suku Synbranchidae yang kaya gizi. Di Indonesia, belut mudah ditemukan dan kerap diolah menjadi berbagai hidangan lezat.

Selain rasanya yang gurih, belut kaya protein, zat besi, dan omega-3. Kandungan ini sangat baik bagi kesehatan ibu hamil dan janin.

Belut juga bisa menjadi alternatif protein hewani yang lebih murah dibanding ikan gabus atau daging sapi. Kandungan nutrisinya mendukung tumbuh kembang janin dan menjaga stamina ibu.

Mengutip dari ciputrahospital.com, berikut adalah kandungan nutrisi dan manfaat belut bagi ibu hamil:

Belut (monopterus albus) merupakan salah satu sumber protein hewani bernilai hayati yang tinggi. Setiap 100 gram belut memiliki kandungan nutrisi, yaitu:

- 70 kkal energi

- 14,60 gram protein

- 0,8 gram lemak

- 1 gram karbohidrat

- 49 mg kalsium

- 155 mg fosfor

- 1,5 mg besi

- 55 mg natrium

- 169 mg kalium

Belut mudah ditemukan di daerah persawahan Indonesia. Jika dibandingkan dengan sumber makanan lain dengan kandungan yang sama seperti ikan gabus, harga belut jauh lebih terjangkau.

Bagi ibu hamil yang ingin memberikan nutrisi terbaik bagi tumbuh kembang janin, belut bisa menjadi salah satu pilihan. Berikut adalah beberapa manfaat belut bagi wanita hamil:

1. Memenuhi Asupan Protein

Belut merupakan sumber protein tinggi yang baik bagi kesehatan ibu hamil dan janin di dalam kandungan. Dalam 100 gram belut mengandung sekitar 18,4 gram protein.

Asam amino yang menyusun protein mendukung perkembangan kulit, rambut, kuku, dan otot. Kandungan ini juga menjaga keseimbangan cairan tubuh, tekanan darah normal pada ibu hamil, serta mencegah pembengkakan selama kehamilan.

2. Menambah Stamina dan Energi

Mengonsumsi belut dapat membantu meningkatkan stamina dan energi, serta membuat ibu hamil merasa lebih segar dan bertenaga. Selama kehamilan, banyak ibu mengalami kelelahan akibat perubahan fisik dan hormonal.

3. Membantu Perkembangan Janin

Mengonsumsi belut dapat mendukung perkembangan janin yang sehat. Kandungan nutrisi vitamin A dalam belut berperan penting dalam pembentukan otak dan sistem saraf janin.

Hal ini sangat penting, terutama pada trimester pertama, ketika perkembangan otak dan organ-organ vital sedang berlangsung. Ibu yang mengonsumsi belut memberikan perlindungan tambahan bagi janin terhadap berbagai risiko kesehatan.

4. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Belut mengandung antioksidan, yang berperan dalam melawan radikal bebas. Radikal bebas ini bisa merusak sel-sel tubuh dan memengaruhi kesehatan secara keseluruhan.

Dengan adanya antioksidan, sistem imun menjadi lebih kuat dalam menghadapi berbagai penyakit selama kehamilan. Antioksidan dalam belut juga membantu mengurangi risiko peradangan yang dapat memengaruhi kesehatan ibu dan perkembangan janin.

5. Memperkuat Jaringan Sel dan Jaringan Ikat

Mengonsumsi belut membantu memperkuat sel dan jaringan ikat pada ibu hamil. Selama kehamilan, tubuh ibu mengalami banyak perubahan, termasuk pertumbuhan jaringan untuk mendukung perkembangan janin.

Selain itu, jaringan yang kuat berperan dalam mempercepat pemulihan setelah melahirkan. Ibu yang mengonsumsi belut memiliki peluang lebih besar untuk kembali ke kondisi fisik yang baik setelah persalinan.

6. Memperbaiki Kualitas Tidur

Tidur yang cukup dan berkualitas sangat penting bagi ibu hamil untuk menjaga kesehatan fisik dan emosional. Namun, perubahan hormon, kecemasan, dan rasa tidak nyaman sering membuat ibu hamil sulit tidur.

Mengonsumsi makanan kaya omega-3, seperti belut, dapat membantu meningkatkan kualitas tidur. Omega-3 juga dapat membantu mengurangi stres dan kecemasan, dua faktor yang sering mengganggu tidur ibu hamil.

7. Mencegah Anemia

Kekurangan zat besi selama kehamilan dapat menyebabkan anemia yang mengakibatkan kelelahan ekstrim dan masalah kesehatan lainnya. Selain itu, belut membantu meningkatkan produksi sel darah merah untuk memastikan pasokan oksigen yang cukup bagi perkembangan janin.

Bagi ibu hamil, perhatikan cara mengonsumsi belut agar tetap aman. Pastikan belut dimasak dengan matang untuk menghindari risiko infeksi bakteri atau parasit yang dapat membahayakan kehamilan.

(Zahrotin Aljannah)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....