Cara Mengatasi Memar dengan Obat Alami

  • 25 Mei 2025 10:18 WIB
  •  Yogyakarta

KBRN, Yogyakarta: Memar akibat terbentur atau jatuh kadang tidak dapat dihindari. Terkadang memar bisa tiba-tiba muncul tanpa tahu apa sebabnya. Belum lagi bentuk dan warnanya yang mengganggu penampilan kulit. Dilansir dari hellosehat.com luka memar bisa diobati tanpa harus pergi ke dokter:

1. Teknik RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation)

Rest (istirahat)

Istirahat dan lindungi area yang terluka atau sakit. Rehat sejenak dari aktivitas yang mungkin menyebabkan rasa sakit pada luka memar.

Ice (kompres dingin)

Sensasi dingin akan membantu mengurangi rasa sakit dan bengkak. Segera tempelkan kompres dingin selama 10 hingga 20 menit begitu memar muncul untuk mencegah atau meminimalisir pembengkakan.

Compression (tekan)

Tekan atau bungkus daerah memar dengan perban elastis. Ini akan membantu mengurangi pembengkakan.

Elevation (angkat)

Tinggikan daerah yang terluka atau sakit dengan bantal saat mengoleskan es. Usahakan menjaga area memar tetap setinggi jantung atau di atasnya untuk membantu meminimalisir pembengkakan.

2. Oleskan lidah buaya

Di dalam lidah buaya, terkandung berbagai jenis vitamin, mineral, enzim, asam amino, serta zat bioaktif lainnya yang dapat mengurangi peradangan serta menyembuhkan luka. Pemakaian terbaik menggunakan gel aloe vera alami yang diambil langsung dari tanamannya.

3. Gunakan obat alami arnica

Arnica adalah bunga yang sering digunakan sebagai obat alami untuk menyembuhkan memar dan pembengkakan. Ekstrak bunga arnica tersedia dalam bentuk salep, gel, serta obat minum.

4. Kompres cuka

Cuka meningkatkan aliran darah di dekat permukaan kulit, sehingga bisa membantu meredakan darah yang telah terkumpul di daerah memar.

5. Makan nanas

Nanas mengandung enzim yang disebut bromelain. Bromelain ini diyakini efektif memudarkan memar serta mengurangi peradangan.

Kapan luka memar harus diperiksakan ke dokter?

Pada beberapa kasus, memar bisa saja tidak berubah warna atau tidak kunjung sembuh. Memar yang terasa keras saat disentuh, semakin membesar, dan semakin menyakitkan dapat menandakan ada gangguan pembekuan darah seperti kelainan trombosit atau pembentukan hematoma. Hematoma adalah benjolan yang terbentuk ketika darah mulai berkumpul di bawah kulit atau otot. Hematoma hanya bisa dikeluarkan dengan penanganan medis, jadi periksakan ke dokter jika Anda mengalami gejala memar yang tidak kunjung sembuh. (dina/atang)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....