Sarapan Bubur Enak, Benarkah Sehat Setiap Hari
- 16 Mei 2025 16:22 WIB
- Pekanbaru
KBRN, Pekanbaru : Bubur ayam atau bubur polos sering jadi penyelamat pagi hari. Rasanya hangat, teksturnya lembut, dan gampang ditemukan di pinggir jalan atau warung langganan. Tapi pertanyaannya, apakah sarapan bubur benar-benar sehat jika dikonsumsi setiap hari.
Dikutip dari Organisasi Kesehatan Dunia dan Badan Gizi Nasional berikut pembahasan lengkapnya. Sebenarnya, bubur punya keunggulan, karena teksturnya halus dan mudah dicerna, bubur cocok untuk orang yang punya gangguan lambung atau sulit makan pagi-pagi. Selain itu, kuah hangat dan topping seperti ayam atau telur bisa memberi efek kenyang dan menghangatkan tubuh saat pagi masih dingin.
Namun, di balik kenyamanannya, bubur terutama dari nasi puti punya indeks glikemik tinggi. Artinya, karbohidrat dalam bubur cepat diubah jadi gula darah. Ini membuat energi naik sebentar tapi cepat turun, bikin cepat lapar dan berisiko kurang stabil bagi yang sensitif terhadap gula.
Kalau bubur hanya dimakan polos atau sekadar pakai kerupuk dan kuah gurih, gizinya kurang lengkap. Hampir tidak ada serat dan protein cukup untuk menyokong aktivitas pagi. Apalagi kalau bubur dibeli dari luar dan mengandung banyak penyedap rasa atau minyak berlebih.
Untuk menjadikan bubur sebagai sarapan sehat, kamu bisa membuat versi rumahan yang lebih seimbang. Gunakan beras merah atau campur oat, tambahkan lauk tinggi protein seperti telur rebus, suwiran ayam, atau tahu. Sayuran rebus seperti wortel dan bayam juga bisa jadi pelengkap yang menyehatkan.
Jadi, bubur bisa tetap jadi pilihan sarapan sehat asal tidak setiap hari, dan komposisinya disesuaikan dengan kebutuhan tubuh. Nikmati bubur dengan bijak, bukan sekadar karena kebiasaan, tapi karena tahu apa yang baik untukmu di pagi hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....