Mengapa Cuaca Dingin Bisa Memicu Alergi? Ini Penjelasannya
- 14 Mei 2025 06:54 WIB
- Fak Fak
KBRN, Fakfak : Cuaca dingin kerap kali membuat tubuh merasa tidak nyaman. Namun bagi sebagian orang, kondisi ini bisa memicu reaksi alergi yang cukup mengganggu, seperti munculnya ruam merah, gatal-gatal, hingga sesak napas.
Fenomena ini dikenal sebagai cold urticaria atau alergi dingin. Alergi ini terjadi ketika kulit mengalami reaksi terhadap suhu rendah. Dalam kondisi tersebut, tubuh melepaskan zat histamin yang menyebabkan gejala seperti bentol, gatal, atau bahkan pembengkakan pada area yang terpapar udara dingin.
Menurut Genetic and Rare Diseases Information Center, reaksi alergi biasanya berlangsung dalam 5 hingga 10 menit setelah terpapar suhu rendah dan bisa bertahan sekitar 2 jam. Umumnya gejala bentol pada kulit akan muncul setelah kulit sudah hangat.
Selain itu, cuaca dingin juga bisa memperburuk kondisi rhinitis alergi. Saat suhu turun, banyak orang lebih sering berada di dalam ruangan tertutup, yang justru memperbesar paparan terhadap alergen seperti debu, tungau, dan bulu hewan. Udara dingin yang kering juga dapat mengiritasi saluran pernapasan, memperparah gejala seperti hidung tersumbat, bersin, dan mata berair.
Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko alergi saat cuaca dingin antara lain:
• Mengenakan pakaian hangat yang menutupi kulit dengan baik
• Menghindari paparan udara dingin secara langsung
• Menggunakan pelembap udara (humidifier) di dalam ruangan
• Menjaga kebersihan rumah untuk meminimalkan alergen
Meskipun alergi karena cuaca dingin tidak dialami semua orang, penting untuk mengenali gejala dan mengambil langkah perlindungan, terutama jika memiliki riwayat alergi sebelumnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....