Bahaya Kebiasaan Merokok bagi Ibu Menyusui

  • 04 Mei 2025 16:52 WIB
  •  Bengkulu

KBRN, Bengkulu: Bukan hanya ibu hamil, tetapi ada juga beberapa pantangan ibu menyusui yang harus dihindari. Banyak yang mengatakan bahwa ibu menyusui dilarang merokok karena bahayanya untuk ibu dan si Kecil. Namun, apakah benar ibu menyusui tidak boleh merokok? Apa bahayanya?

Bolehkah ibu menyusui merokok?

Tidak dianjurkan bagi ibu menyusui untuk merokok, baik menggunakan jenis rokok batangan maupun rokok elektrik (e-cigarette).

Meski kebanyakan dilakukan oleh pria, tetapi banyak juga wanita yang memiliki kebiasaan merokok.

Namun, berbeda dari pria, seorang wanita perlu menyusui bayinya setelah melahirkan. Padahal, menyusui bayi setelah merokok bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan pada ibu dan bayi.

Pasalnya, rokok mengandung nikotin dan berbagai zat kimia berbahaya lainnya yang dapat terserap ke dalam ASI (Air Susu Ibu)

dan dikonsumsi juga oleh bayi saat menyusu dari ibu.

Maka dari itu, jika seorang ibu yang memiliki kebiasaan merokok ingin menyusui bayinya, sangat penting untuk mengambil langkah-langkah guna meminimalkan paparan asap rokok pada bayi,

Beberapa cara yang bisa dilakukan, yaitu merokok di luar rumah, menghindari merokok di dalam ruangan yang sama dengan bayi, serta mencuci tangan dan mengganti pakaian sebelum menangani bayi.

Namun demikian, yang terbaik adalah berhenti merokok sama sekali untuk mendukung kesehatan bayi dan diri Anda sendiri.

Bukan hanya berbahaya bagi perokok pasif, kebiasaan merokok juga memberi dampak negatif yang dapat membahayakan kesehatan ibu dan bayinya jika dilakukan saat menyusui.

Bahaya merokok saat menyusui bagi ibu dan bayi

1. Bayi sulit tidur dan makanMelansir The Womens, nikotin dalam rokok dapat terserap masuk dengan cepat ke dalam ASI. Kandungan nikotin tersebut kemudian dapat dikonsumsi oleh bayi melalui ASI saat menyusu.

Nikotin yang masuk ke dalam tubuh bayi dapat menyebabkan si Kecil mengalami iritabilitas, kesulitan tidur, dan penurunan nafsu makan.

Pasalnya, nikotin dapat merangsang sistem saraf bayi, yang dapat menyebabkan perubahan dalam pola tidur dan membuat bayi sulit untuk tidur.

2. Gangguan pada perkembangan bayi

Paparan nikotin melalui ASI juga dapat mengganggu perkembangan sistem saraf bayi.

Gangguan tersebut bisa mengakibatkan gangguan perkembangan anak di kemudian hari, seperti masalah perilaku, masalah belajar, dan masalah kognitif.

3. Penyakit pernafasan pada bayi

Bayi yang terpapar asap rokok melalui ibu yang merokok saat menyusui memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami penyakit pernapasan.

Beberapa gangguan pernapasan yang mungkin dialami oleh bayi di antaranya infeksi saluran pernapasan atas dan bawah, asma, dan bahkan sindrom kematian bayi mendadak (SIDS)

4. Peningkatan risiko infeksi telinga pada bayi

Bayi yang terpapar asap rokok memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk mengalami infeksi telinga dibandingkan dengan bayi yang tidak terpapar.

Infeksi telinga pada bayi bisa sangat menyakitkan dan menyebabkan ketidaknyamanan, demam, serta bahkan gangguan pendengaran jika tidak diobati dengan cepat.

5. Risiko kesehatan ibu

Merokok saat menyusui juga meningkatkan risiko kesehatan untuk ibu itu sendiri, termasuk risiko kanker, penyakit jantung, dan penyakit paru-paru.

Kesehatan ibu yang buruk dapat memengaruhi kemampuannya untuk menyusui dan merawat bayinya dengan baik.

6. Penurunan produksi ASI

Rokok juga bisa menimbulkan pengaruh terhadap ASI. Merokok dapat mengganggu produksi ASI dan kualitasnya, sehingga dapat menyebabkan kurangnya pasokan ASI yang cukup untuk bayi.

Nikotin dan zat-zat kimia berbahaya dalam rokok dapat memengaruhi keseimbangan hormon dalam tubuh, yang pada gilirannya dapat mengganggu produksi ASI.

Beberapa penelitian juga telah menunjukkan bahwa ibu yang merokok cenderung memiliki produksi ASI yang lebih sedikit dibandingkan dengan ibu yang tidak merokok.

Oleh karena itu, sangat disarankan bagi ibu yang menyusui untuk tidak merokok sama sekali.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....