Mengulik Fenomena ‘Brainrot’ di Kalangan Gen-Z

  • 30 Apr 2025 18:41 WIB
  •  Palembang

KBRN, Palembang: Istilah “brainrot” tengah menjadi perbincangan hangat di kalangan Gen Z dan Gen Alpha. Kata ini digunakan untuk menggambarkan kondisi di mana seseorang terlalu banyak mengonsumsi konten digital yang dianggap receh atau tidak bermutu, seperti meme absurd, video pendek tanpa makna, dan tren viral yang tidak memberikan nilai edukatif. Fenomena ini mencerminkan bagaimana konsumsi konten semacam itu dapat memengaruhi kemampuan berpikir kritis dan kesehatan mental generasi muda.

Dikutip dari Oxford University Press, “brainrot” didefinisikan sebagai kemunduran kondisi mental atau intelektual akibat konsumsi berlebihan terhadap materi yang remeh atau tidak bermutu, terutama di dunia daring. Istilah ini mengalami peningkatan penggunaan sebesar 230% dari 2023 hingga 2024, terutama di kalangan Gen Z dan Gen Alpha .

Fenomena “brainrot” juga mencerminkan bagaimana algoritma media sosial dapat menjebak pengguna dalam “algorithmic trap”, di mana pengguna terus disuguhi konten sejenis secara berulang. Hal ini dapat memperkuat kebiasaan mengonsumsi konten yang tidak memberikan stimulasi kognitif .

Meskipun istilah ini sering digunakan secara bercanda atau ironis di kalangan Gen Z, penting untuk menyadari dampak jangka panjang dari konsumsi konten digital yang tidak bermutu. Keseimbangan dalam mengonsumsi konten digital dan kesadaran akan kualitas informasi yang diterima menjadi kunci untuk menjaga kesehatan mental dan kemampuan berpikir kritis.

Sebagai langkah preventif, penting bagi generasi muda untuk lebih selektif dalam memilih konten yang dikonsumsi dan mengatur waktu penggunaan media sosial. Selain itu, edukasi mengenai literasi digital dan dampak psikologis dari konsumsi konten digital yang berlebihan perlu ditingkatkan untuk mencegah terjadinya “brainrot” di kalangan generasi muda.

Dengan memahami fenomena “brainrot” dan dampaknya, diharapkan generasi muda dapat lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan mengonsumsi konten digital, sehingga dapat menjaga kesehatan mental dan kemampuan berpikir kritis di era digital ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....