Kemenkes Catat Ribuan Laporan Perundungan Terjadi di PPDS

  • 21 Apr 2025 15:32 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Kementerian Kesehatan RI mencatat lonjakan laporan perundungan dalam Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) selama setahun terakhir. Hingga 30 Maret 2025, tercatat sebanyak 2.621 laporan masuk, dan 620 di antaranya telah terverifikasi sebagai kasus bullying.

“Sejak tahun 2024 kami membuka akses layanan pelaporan perundungan, dan sampai akhir Maret 2025 telah masuk 2.621 laporan. Yang terkonfirmasi sebagai perundungan sebanyak 620,” ungkap Inspektur Jenderal Kemenkes RI, Murti Utami, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (21/4/2025).

Dari 620 kasus perundungan tersebut, 363 di antaranya terjadi di Rumah Sakit Vertikal (RSV) milik Kemenkes, sementara 257 sisanya berasal dari institusi pendidikan atau rumah sakit non-vertikal. Murti memastikan bahwa tidak ada laporan kekerasan seksual dalam data yang diterima.

“Yang terbanyak terjadi di lingkungan rumah sakit vertikal milik kami. Di luar RSV pun jumlahnya tidak kecil, ini menunjukkan bahwa masalah ini menyebar cukup merata,” kata Murti menambahkan.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebelumnya menekankan pentingnya reformasi dalam proses rekrutmen peserta PPDS. Salah satu langkah yang diambil adalah penerapan tes psikologi wajib bagi calon peserta pendidikan dokter spesialis.

Menurut Menkes, tes psikologi ini krusial untuk memahami kondisi mental dan kejiwaan peserta sejak awal. Ia menegaskan bahwa proses rekrutmen harus dilakukan secara transparan untuk mencegah terjadinya kekerasan atau tindakan tak etis di kemudian hari.

“Saya minta proses seleksi dilakukan dengan jujur dan terbuka. Tanpa referensi khusus yang berpotensi mengarah pada salah rekrutmen,” tegas Budi Gunadi saat konferensi pers di kantor Kemenkes.

Kemenkes juga tengah mengevaluasi sistem pengawasan dan pelaporan agar kasus-kasus serupa dapat diminimalkan di masa depan. Pemerintah berharap langkah ini mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan mendukung tumbuh kembang profesionalisme tenaga medis Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....