Dugaan Sembelih Sapi Mati, Antraks Meluas di Gunungkidul

  • 11 Apr 2025 06:16 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Gunungkidul: Sebanyak 20 sapi di Gunungkidul dilaporkan mati akibat antraks. Diduga hal itu disebabkan adanya sapi mati dipotong lalu dijual dagingnya

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul, Wibawanti Wulandari mengatakan, pihaknya mengaku kesulitan menekan tingginya sapi mati karena antraks. “Sebab para pemilik hewan ternak ini biasanya menjual daging sapi yang dipotong dalam kondisi mati. bahkan kemarin ini ada yang dipotong di kandang kemudian dijual dengan jarak satu kilometer,” ujar Wibawanti, Kamis (10/4/2025).

Wibawanti menambahkan, pemotongan dan pendistribusian hewan mati akibat antraks ini membuat tersebarnya bakteri spora. Pihaknya juga terus melakukan sterilisasi di lokasi bekas penyembelihan hewan mati yang terkena antraks.

“Tapi kita sudah berusaha untuk mengatasi, bahkan saat puasa kemarin kami melakukan pengobatan dengan pemberian antibiotik. Pekan besok akan melakukan vaksinasi,” ucapnya.

Adapun vaksinasi sendiri akan dilakukan di zona merah dan kuning. Lebih lanjut Wibawanti Wulandari mengatakan, ada beberapa sapi di wilayah Tileng, Girisubo dan Bohol, Rongkop yang mati mendadak.

Namun kedua kasus tersebut tidak saling berhubungan. “Memang sejak Februari Maret ada beberapa kasus, entah itu sapi entah itu kambing ada yang mati mendadak,” ujar Wibawanti.

Antraks adalah penyakit infeksi bakteri yang menular dari hewan ternak seperti sapi atau kambing. Seseorang dapat terserang antraks jika menyentuh atau memakan daging hewan yang terinfeksi penyakit ini. (ulfah/atang)


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....