Teknis DSA untuk Diagnosis dan Terapi Stroke
- 29 Mar 2025 11:28 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Bogor: Serangan stroke dapat terjadi secara mendadak. Sehingga, penanganan stroke yang cepat dan tepat menjadi kunci dalam pengobatan dan pemulihan stroke.
Stroke harus segera ditangani dalam 4,5 jam pertama (golden period) untuk memaksimalkan peluang kesembuhan. Semakin cepat penanganan dilakukan, semakin berkurang risiko kerusakan otak yang lebih luas.
RS Siloam Bogor menjadi salah satu rumah sakit yang telah tersertifikasi Stroke Ready Hospital. Dilengkapi dengan tim medis yang siaga 24 jam sehari dan kompeten di bidangnya serta fasilitas lengkap, RS Siloam Bogor siap menangani dan memberikan penanganan stroke yang komprehensif.
Mulai dari awal pengobatan hingga pada kelangsungan program rehabilitasi medis yang juga berperan penting. Sehingga, pasien tidak hanya dapat sembuh namun juga pulih seutuhnya, dengan memastikan pasien dapat kembali ke rutinitas dan aktifitas sehari-harinya seperti normal.
Meskipun demikian, masih ada yang belum mengetahui bahwa seiring berkembangnya teknologi kesehatan, kini terdapat Teknik DSA untuk diagnose dan terapi stroke. DSA (Digital Subtraction Angiography) adalah prosedur pemeriksaan diagnostik semi invasif yang dilakukan untuk memberikan gambaran penyumbatan, pendarahan, atau kelainan pembuluh darah otak.
Teknik DSA dapat diterapkan sebagai tindakan kuratif pada pasien stroke sumbatan pada rentang waktu serangan yang baru terjadi. Serta, stroke pendarahan akibat pecahnya pembulu darah abnormal yang rapuh.
Metode DSA dilakukan dengan cara membuat sayatan kecil pangkal paha atau pembuluh darah tangan. Kemudian, alat kateter dimasukan menuju ke target tempat yang dicurigai terdapat kelainan.
"Pemeriksaan dengan DSA ini biasanya membutuhkan waktu 30 menit hingga 1 jam, di mana pasien dalam kondisi sadar, hanya mendapatkan bius lokal di bawah pantuan dokter," kata Dokter Spesialis Neurologi Intervensi, Ricky C. Kohar, Sp.N, FINA, di RS Siloam Bogor, Jumat (28/3/2025).
Meskipun dnilai minim risiko, namun Tindakan DSA ini tidak disarankan bagi pasien yang mengalami penurunan fungsi ginjal dan hipersensitif terhadap media kontras yang mengandum iodium. Teknik DSA ini dapat membantu mengevaluasi stroke dan mencegah serangan kedua pada para penderita stroke.
Selain itu, penting bagi pasien untuk rutin kontrol ke dokter, menjaga pola hidup, mengelola stres, serta faktor lain yang menjadi pemicu stroke. Tidak perlu khawatir jika ada keluarga atau orang sekitar kita yang terkena serangan stroke.
Kuncinya adalah hubungi rumah sakit yang memang telah siap dalam penanganan stroke, sehingga penanganan dalam golden period dapat dimaksimalkan. Untuk kasus emergency hubungi ambulans Siloam Hospitals di 1-500-911.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....