Manfaat Bawang Dayak Dalam Dunia Kesehatan

  • 25 Mar 2025 15:52 WIB
  •  Pekanbaru

KBRN Pekanbaru : Bawang Dayak mungkin masih terdengar asing bagi sebagian orang. Tetapi tanaman herbal ini memiliki banyak manfaat luar biasa bagi kesehatan. Dikenal dengan berbagai nama, seperti bawang hutan, atau bawang berlian, tanaman ini telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional terutama di Kalimantan. Dengan kandungan senyawa aktif yang beragam, bawang dayak dipercaya mampu membantu mengatasi berbagai penyakit, mulai dari diabetes hingga masalah pencernaan.

Mengutip dari situs id.wikipedia.org dipaparkan bahwa bawang dayak biasanya digunakan untuk mengobati kanker, jantung, antiradang, anti pendarahan serta untuk meningkatkan imunitas atau sistem kekebalan tubuh. Bawang dayak memiliki daun panjang dan beralur mirip seperti anggrek tanah. Umbinya berbentuk bulat telur, berwarna merah serta tidak berbau. Umbi ini juga dapat mengobati sembelit, disentri, bisul, luka, kanker payudara, diabetes, hipertensi, muntah, penyakit kuning dan hiperkolesterol. Selain dikenal dengan nama dayak masyarakat kita juga menyebut tanaman ini dengan nama bawang sebrang, bawang hutan atau bawang kabe.

Dalam situs biofarma.co.id ditegaskan bahwa Nutrisi paling menonjol dari bawang dayak ini yaitu flavonoid (antioksidan). Meskipun memiliki segudang manfaat, namun masih banyak masyarakat di Indonesia yang tidak mengetahui khasiat bawang dayak.

Pada situs hello.sehat.com tercatat Penelitian pada jurnal Tropical Life Sciences Research (2018) melaporkan bawang dayak kaya akan antioksidan seperti flavonoid, alkaloid, saponin, triterpenoid, steroid, dan tannin. Kandungan tersebut berpotensi melawan bakteri Staphylococcus aureus (MRSA), B. cereus, Shigella sp., dan Pseudomonas aeruginosa.

Staph dan MRSA dapat menyebabkan banyak penyakit mulai dari infeksi kulit, sepsis, pneumonia, hingga infeksi darah. seudomonas aeruginosa adalah penyebab infeksi saluran kencing, pneumonia, dan infeksi ginjal. Sementara itu, Shigella sp. adalah bakteri penyebab infeksi shigellosis dan disentri.

Lalu Penelitian terbitan Pharmacognosy Journal (2018) menemukan bahwa pemberian ekstrak bawang dayak dalam dosis tinggi (18 mg/200 g) selama 21 hari meningkatkan kadar kalsium tulang, massa tulang, dan panjang tulang. Meski begitu, hasil penelitian ini masih terbatas pada tikus lab setelah pengangkatan indung telur untuk menghentikan produksi estrogen.

Perempuan usia menopause berisiko mengalami osteoporosis. Pasalnya, menopause menurunkan kadar hormon seksual estrogen yang juga memperkuat tulang. Meski demikian, masih butuh lebih banyak lagi riset sains mendalam terkait khasiat bawang dayak yang satu ini.

Kemudian Penelitian pada Online Journal of Biological Sciences melaporkan bahwa bawang dayak mengandung senyawa eleutherinol mengikat reseptor estrogen alfa (ERα). Cara kerja ini meningkatkan kadar estrogen yang mirip dengan obat tamoxifen, tetapi tanpa efek samping penebalan dinding rahim yang meningkatkan risiko kanker rahim

Meski ada berbagai potensi khasiat, anda tetap perlu waspada dengan efek samping bawang ini. Jika ingin mendapatkan manfaatnya, anda bisa menikmati bawang ini dengan cara diolah sebagai acar, manisan, hingga sebagai bumbu masak. Anda juga bisa mengeringkan dan menghaluskan bawangnya sampai menjadi bubuk. Lalu, campur ke makanan atau diseduh sebagai minuman hangat. Bawang dayak kaya zat gizi yang memberikan potensi khasiat untuk kesehatan. Namun, tanaman ini bukanlah satu-satunya obat berbagai macam penyakit sebab penelitian manfaatnya pun masih terbatas.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....