Kenali Penyebab, Gejala Hingga Pengobatan Penyakit Jantung Bawaan
- 21 Mar 2025 04:32 WIB
- Bintuhan
KBRN, Bintuhan : Penyakit jantung bawaan (PJB) atau congenital heart disease merupakan kelainan pada struktur dan fungsi jantung yang sudah ada sejak lahir. Kondisi ini dapat mengganggu aliran darah dari dan menuju jantung sehingga bisa mengancam jiwa.
1. Penyebab Penyakit Jantung Bawaan
Penyakit jantung bawaan (PJB) terjadi akibat gangguan pada proses pembentukan dan perkembangan jantung janin. Pada penderita PJB, menyebabkan siklus dan aliran darah terganggu. Kondisi ini dapat terjadi akibat gangguan di katup, ruang jantung, dinding penyekat di antara ruang jantung (septum), atau pembuluh darah dari dan menuju jantung.
2. Faktor risiko penyakit jantung bawaan
Penyebab terjadinya kelainan struktur jantung selama proses pembentukan organ jantung pada janin belum diketahui secara pasti. Namun, sejumlah kondisi pada ibu hamil bisa meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung bawaan pada bayi, yaitu:
• Memiliki keluarga dengan riwayat penyakit jantung bawaan atau kelainan genetik, seperti sindrom Down atau sindrom Edward
• Menderita diabetes tipe 1 atau 2 yang tidak terkontrol
• Menderita penyakit autoimun, seperti sindrom Sjögren
• Mengonsumsi alkohol secara berlebihan atau merokok saat hamil
• Menderita infeksi virus, seperti rubella, pada trimester pertama kehamilan
• Mengonsumsi obat-obatan tertentu selama hamil, seperti obat antikejang, obat antijerawat golongan retinoid, dan obat golongan statin, tanpa resep dokter
• Terpapar pelarut organik yang umumnya ditemukan dalam produk cat tembok, cat kuku, atau lem
• Menderita penyakit tertentu yang dapat diturunkan dari orang tua ke anaknya, misalnya fenilketonuria
3. Jenis Penyakit Jantung Bawaan
Penyakit jantung bawaan dapat dibagi berdasarkan bagian organ jantung yang mengalami gangguan. Berikut adalah penjelasannya:
a. Penyakit jantung bawaan dengan kelainan di katup
Penyakit jantung bawaan jenis ini terjadi akibat katup jantung yang melemah atau tertutup sejak bayi dilahirkan.
b. Penyakit jantung bawaan dengan kelainan di dinding jantung
Kelainan di dinding pembatas atrium dan ventrikel bisa mengganggu fungsi jantung dalam memompa darah dan darah berkumpul di bagian yang tidak seharusnya.
c. Penyakit jantung bawaan dengan kelainan di pembuluh darah
Penyakit jantung bawaan ini terjadi di arteri dan vena dari dan ke jantung. Kondisi ini menyebabkan aliran darah dari dan menuju jantung terhambat.
4. Gejala Penyakit Jantung Bawaan
Penyakit jantung bawaan bisa terdeteksi saat USG kehamilan rutin atau sesaat setelah bayi dilahirkan. Salah satu gejala penyakit jantung bawaan pada janin adalah bunyi detak jantung yang tidak beraturan (aritmia).
Sedangkan pada bayi, gejala penyakit jantung bawaan yang umum terjadi adalah:
• Warna kebiruan atau kehitaman di bibir, kulit, atau jari-jari kuku (sianosis)
• Kelelahan dan kesulitan bernapas, terutama ketika disusui
• Berat badan rendah
• Pertumbuhan terhambat
• Pembengkakan di tungkai, perut, atau area sekitar mata
• Infeksi paru-paru yang berulang
• Sering mengeluarkan keringat dingin
Pada kasus tertentu, gejala penyakit jantung bawaan baru muncul beberapa tahun setelah bayi dilahirkan, bisa ketika masa kanak-kanak atau remaja. Gejalanya bisa berupa:
• Detak jantung tidak beraturan (aritmia)
• Pusing dan mudah lelah, terutama saat berolahraga
• Sulit bernapas atau napas terengah-engah
• Pembengkakan (edema) di kaki, pergelangan kaki, atau tangan
• Kulit berwarna kebiruan (sianosis)
• Mudah pingsan
5. Pengobatan Penyakit Jantung Bawaan
Pada penyakit jantung bawaan yang tergolong sedang hingga berat, dokter dapat melakukan beberapa metode berikut:
• Obat-obatan
Sejumlah obat dapat diberikan oleh dokter kepada pasien untuk meringankan beban kerja jantung atau membuatnya bekerja lebih efisien.
• Implan alat pacu jantung dan kejut jantung (ICD)
Pemasangan alat pacu jantung dan ICD (implantable cardioverter-defibrillator) dapat dilakukan untuk membantu jantung berdetak lebih teratur. Metode ini bisa mencegah komplikasi akibat kelainan jantung bawaan.
• Kateterisasi jantung
Kateterisasi dilakukan untuk memperbaiki kelainan jantung tanpa perlu melakukan operasi. Pada prosedur ini, selang tipis dan lentur (kateter) akan dimasukkan melalui pembuluh darah di tungkai pasien menuju jantung dengan bantuan pemindaian gambar, yaitu foto Rontgen dan CT scan.
• Operasi jantung
Operasi jantung bisa dilakukan bila kateterisasi jantung tidak efektif mengatasi penyakit jantung bawaan. Operasi bertujuan untuk menambal atau menjahit lubang di jantung, memperbaiki atau mengganti katup jantung, dan melebarkan pembuluh darah.
• Transplantasi jantung
Jika kelainan jantung tidak bisa diperbaiki dengan obat-obatan atau metode pengobatan lain, transplantasi jantung dapat menjadi pilihan penanganan terakhir.
6. Pencegahan Penyakit Jantung Bawaan
Untuk mengurangi risiko terjadinya penyakit jantung bawaan, ada beberapa upaya pencegahan yang dapat dilakukan sebelum dan selama masa kehamilan. Beberapa upaya pencegahan sebelum kehamilan adalah:
• Menjalani vaksinasi rubella dan flu
• Menjalani pemeriksaan TORCH agar bisa diobati sebelum hamil
• Menjalani skrining genetik jika menderita atau memiliki anggota keluarga dengan riwayat penyakit jantung bawaan
Sementara itu, untuk mencegah penyakit jantung bawaan pada janin, ibu hamil disarankan untuk melakukan hal-hal berikut selama masa kehamilan:
• Tidak merokok dan menghindari paparan asap rokok
• Menjalani pola makan sehat dan bergizi seimbang sesuai untuk ibu hamil
• Mengonsumsi suplemen asam folat sesuai saran dari dokter
• Menjalani kontrol kehamilan secara rutin
• Menggunakan kosmetik yang aman bagi ibu hamil
• Menghindari paparan zat kimia, seperti pelarut yang terdapat dalam produk pengencer cat atau deterjen
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....