Manfaat dan Efek Samping Angkak Merah

  • 03 Mar 2025 10:49 WIB
  •  Banda Aceh

KBRN Banda Aceh : Angkak merah adalah salah satu jenis beras merah yang berasal dari Tiongkok. Angkak pada mulanya adalah beras ketan putih biasa yang kemudian diolah dengan cara diberikan ragi merah atau ragi berjenis monascus purpureus supaya terjadi proses fermentasi.

Dikutip dari laman gramedia, pada umumnya beras angkak merah digunakan untuk bahan pewarna makanan, bahan pengawet makanan, campuran dalam rempah masakan, dan juga sebagai bahan untuk membuat minuman beralkohol yaitu anggur beras. Di samping kegunaannya dalam dunia kuliner, beras angkak merah juga telah digunakan sejak berabad-abad yang lalu dalam pengobatan tradisional Tiongkok.

MANFAAT ANGKAK

Sama halnya dengan berbagai jenis beras lainnya yang mempunyai manfaat yang berbeda-beda, beras dengan fermentasi ragi merah ini mempunyai khasiat tersendiri.

1. Menyembuhkan Demam Berdarah Dengue (DBD)

Di Indonesia, angkak merah menjadi salah satu jenis obat herbal yang cukup populer untuk pengobatan alami. Pasien dengan penyakit demam berdarah yang kerap muncul selama musim hujan.

Beras angkak memiliki fungsi untuk meningkatkan trombosit darah secara signifikan sebagai berkat efek anti-inflamasi atau antiradang.

Hal ini telah dibuktikan di dalam sebuah penelitian dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga yang menyatakan bahwa adanya penurunan drastis dari kadar TPO (trombopoietin).

Kadar TPO ini merupakan tolok ukur utama dari keparahan infeksi DB. Dari kadar TPO tersebut, dokter juga bisa mendeteksi ada atau tidaknya perdarahan di sumsum tulang belakang pada pasien demam berdarah.

2. Menurunkan tekanan darah

Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah suatu kondisi yang terjadi ketika aliran darah mendorong pembuluh darah arteri dengan sangat kuat. American Heart Association (AHA) sering menyebut kondisi ini sebagai silent killer atau sebagai pembunuh diam-diam.

Dapat dikatakan begitu karena penyakit hipertensi tidak memunculkan berbagai macam gejala, tetapi memiliki resiko memunculkan penyakit serius yang lainnya, seperti penyakit jantung atau bahkan hingga kematian.

Mengutip dari situs National Center for Complementary and Integrative Health (NCCIH) atau Pusat Nasional Untuk Kesegatan Pelengkap Dan Integratif dari Amerika Serikat, penelitian pada manusia menunjukkan bahwa mengonsumsi angkak merah ini dapat memperlancar aliran darah.

3. Menurunkan kolesterol

Saat menjalani pemeriksaan kesehatan seperti medical check-up, kadar kolesterol yang tinggi biasanya menjadi salah satu hal yang menjadi perhatian.

Kolesterol yaitu salah satu jenis lemak yang diproduksi secara alami oleh organ hati. Lemak ini juga dapat ditemukan di dalam makanan yang berasal dari hewan, misalnya seperti susu, keju, dan daging. Di dalam tubuh, kolesterol sangat diperlukan untuk pembentukan sel-sel sehat, memproduksi sejumlah hormon, serta dapat menghasilkan vitamin D.

Walau begitu, apabila kadar kolesterol dalam tubuh melebihi dari batas normal, maka kolesterol akan menumpuk di dalam pembuluh darah dan akan membentuk plak di saluran pembuluh darah yang dapat menyebabkan terjadinya penyumbatan. Dari penyumbatan tersebut, apabila berlangsung dalam waktu yang lama maka akan bisa menyebabkan munculnya penyakit stroke.

Angkak merah biasanya mengandung sejumlah senyawa yang mirip dengan bahan aktif yang digunakan untuk membuat obat penurun kolesterol. Para dokter biasanya akan meresepkan statin yang berfungsi untuk menurunkan kadar kolesterol buruk (LDL) sekaligus membantu mengurangi risiko terjadinya penyakit jantung.

4. Manfaat lain dari angkak merah

Selain tiga kondisi di atas, beras dengan fermentasi ragi merah ini dapat digunakan untuk membantu mengatasi kondisi kesehatan lainnya,

Meski begitu, efektivitas beras angkak sebagai obat dari kondisi berikut belum diketahui dengan pasti. Beberapa khasiat beras ragi merah tersebut, yaitu:

- Kadar kolesterol tinggi yang berkaitan dengan virus HIV,

- Permasalahan gula darah dan diabetes melitus,

- Gangguan organ hati, misalnya seperti perlemakan hati,

- Penyakit jantung koroner

- Permasalahan pencernaan dan metabolisme tubuh.

ATURAN KONSUMSI ANGKAK

Penggunaan angkak untuk kondisi kesehatan seperti yang telah dijelaskan sebelumnya masih berdasarkan kepada tradisi serta teori-teori ilmiah yang masih terbatas dan memerlukan penelitian lebih lanjut.

Pada dasarnya, berbagai macam teori ini belum diujikan secara menyeluruh pada tubuh manusia, sehingga kemanjuran dan keamanannya belum tentu terjamin. Meski demikian, ada beberapa peraturan yang perlu untuh diperhatikan saat hendak mengonsumsi angkak merah.

Berikut aturan konsumsi angkak merah yang perlu untuk diperhatikan.

- Tidak dianjurkan untuk dikonsumsi oleh anak-anak dan ibu hamil.

- Konsultasikan dengan dokter apabila sedang mengonsumsi berbagai macam obat lainnya.

- Biasanya, jumlah konsumsi wajar ekstrak angkak merah yaitu dua kali dengan jumlah sebanyak 600 mg/hari.

- Hindari untuk mengonsumsi beras angkak merah secara berlebihan untuk mendapatkan manfaat dengan instan.

- Apabila anda mempunyai riwayat penyakit yang kronis, usahakan untuk mengkonsultasikannya dengan ahli medis guna untuk mendapatkan dosis konsmsi yang tepat. Hal ini sangat diperlukan karena apabila mengonsumsi angkak merah dengan cara yang kurang tepat akan berisiko mendapatkan efek samping yang berbahaya.

EFEK SAMPING ANGKAK MERAH

Di balik dari seluruh khasiat dari angkak merah, masih diperlukan penelitian lanjutan untuk membuktikan efektivitasnya.

Penelitian yang telah ada biasanya dilakukan dengan objek penelitiannya adalah masyarakat Tionghoa. Sehingga, peneliti masih perlu untuk melakukan pengujian penggunaan angkak pada kelompok dari ras lain yang mempunyai pola makan yang berbeda.

Beberapa efek samping dari angkak merah yang perlu diketahui, yaitu :

- Sakit perut

- Pusing disertai sakit kepala,

- Perut kembung

- heartburn

- Reaksi alergi

- Hepatitis

- Disfungsi ereksi.

Selain efek samping seperti yang telah dijelaskan, beras angkak merah mempunyai potensi sebagai penyebab dari beberapa masalah kesehatan yang cukup serius seperti berikut ini. Kandungan monacolin K bisa memiliki hubungan dengan gangguan nyeri otot kronis dan fungsi hati apabila digunakan sendiri atau dikombinasikan dengan obat-obatan yang lainnya.

Selain itu, dalam pemrosesan fermentasi beras angkak merah yang tidak tepat dan sesuai dapat menyebabkan terjadnya kontaminasi pada zat citrinin yang dapat meningkatkan kemungkinan risiko gagal ginjal. Penggunaan angkak merah sebagai pengobatan herbal sangat memerlukan pengawasan oleh ahli medis guna untuk mencegah terjadinya risiko gangguan kesehatan

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....