Tidur Sore Bikin Lemes dan Pusing, Kok Bisa?

  • 24 Feb 2025 21:56 WIB
  •  Jambi

KBRN, Jambi : Tidur sore memang menggoda, terutama saat tubuh mulai lelah setelah beraktivitas seharian. Namun, banyak orang justru merasa lemas dan pusing setelah bangun dari tidur sore. Bukannya segar, kepala malah terasa berat, badan lemas, dan suasana hati jadi kurang baik. Lantas, kenapa hal ini bisa terjadi?

Salah satu penyebab utama adalah sleep inertia, yaitu kondisi di mana tubuh masih dalam mode tidur ketika kita terbangun secara tiba-tiba. Saat tidur terlalu lama, tubuh bisa masuk ke fase tidur dalam (deep sleep), sehingga saat terbangun, otak masih belum siap untuk beraktivitas penuh. Akibatnya, rasa pusing dan lemas muncul karena otak butuh waktu lebih lama untuk beradaptasi kembali ke keadaan sadar.

Selain itu, tidur sore yang terlalu lama juga bisa mengganggu ritme sirkadian tubuh, yaitu jam biologis yang mengatur siklus tidur dan bangun. Jika tidur sore berlangsung lebih dari satu jam, tubuh bisa menjadi bingung dan menganggapnya sebagai bagian dari tidur malam. Akibatnya, saat bangun, tubuh merasa tidak segar, dan malam harinya malah jadi sulit tidur.

Agar tidur sore tetap bermanfaat tanpa efek samping, sebaiknya durasinya tidak lebih dari 20-30 menit. Tidur singkat ini dikenal sebagai power nap dan terbukti bisa meningkatkan energi serta fokus tanpa membuat tubuh terasa lemas atau pusing. Jika memang butuh istirahat lebih lama, pastikan untuk bangun sebelum masuk ke fase tidur dalam agar transisi kembali ke aktivitas lebih mudah.

Jadi, kalau sering merasa pusing setelah tidur sore, mungkin saatnya untuk mengatur ulang kebiasaan tidur. Daripada tidur terlalu lama dan bangun dalam keadaan lemas, lebih baik ambil power nap sebentar atau lakukan aktivitas ringan seperti berjalan santai untuk mengembalikan energi. Dengan begitu, tubuh tetap segar tanpa efek samping yang mengganggu!

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....