Kenali Gejala-Penanganan DVT yang Menyerang Pemain NBA
- 24 Feb 2025 09:56 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Pembuluh darah vena berperan penting pada sistem organ tubuh karena bertugas membawa darah balik ke jantung. Hal itu disampaikan Dokter Subspesalis Bedah Vaskular dan Endovaskular dari Mayapada Hospital Kuningan, Yuliardy Limengka.
Sebelumnya, pemain NBA Victor Wembanyama terkena Deep Vein Thrombosis (DVT) atau pembekuan darah di bagian dalam vena pada bahu kanannya. Hal ini membuatnya harus absen dalam musim pertandingan tahun ini.
"Jika pembuluh darah itu rusak akibat trauma berat, maka peluang Victor untuk kembali bermain basket akan tipis. karena pembuluh darah berperan penting dalam tubuh," kata dr Yuliardy menanggapi DVT yang diderita Victor di Jakarta, Minggu (23/2/25).
Menurutnya, tubuh memiliki dua pembuluh darah vena. Satu berada di dekat kulit dan satu lainnya ada di dalam dekat tulang.
"Nah, DVT yang diderita Victor Wembanyama ada di dalam dekat tulang. Sehingga ini harus benar-benar mendapat penanganan," ujar Bachelor of Medical Science dari University of Melbourne, Australia itu.
Ia tidak membayangkan jika pembuluh darah yang vital itu tiba-tiba mengalami pembekuan. Sehingga aliran darah menjadi terhambat.
"Ada tiga penyebab aliran di pembuluh darah vena bisa terhambat. Yakni, aliran darah memang kurang lancar sehingga darah cenderung gampang membeku," ujarnya.
Kedua, terjadi kerusakan yang merangsang terjadinya pembekuan darah. Ketiga, penyebanya dari komponen darah itu sendiri, yang mudah membeku atau mengental.
"Dari banyak kasus, DVT umumnya terjadi di kaki, dan sedikit sekali di tangan seperti dialami oleh Victor Wembanyama. Penyebab pastinya belum diberitakan, tetapi saya menduga, Victor terkena trauma akut akibat 'overused' atau terlalu banyak digunakan," katanya, mengungkapkan.
Ia mengatakan, tubuh memiliki mekanisme sendiri untuk memperbaiki diri. Jika ada cedera, maka komponen darah akan memperbaiki dengan cara menambal.
Sehingga, kadang, tubuh juga over. Sehingga terjadi pembekuan darah yang berlebihan.
"Dampaknya, pembuluh darah akan rusak. Dikhawatirkan, kondisi ini akan membuat Victor tidak bisa bermain basket lagi," ujarnya.
Disinggung soal penanganan, menurut dokter Yuliardy, pada fase akut, pembekuan darah sebaiknya segera dievakuasi lewat operasi. Di mana disebut trombektomi.
Operasi tersebut bisa dilakukan dengan alat canggih sehingga bisa tanpa sayatan sama sekali. Jika kondisi bekuan darah dalam bentuk kecil dan tidak mengganggu, maka pasien cukup diberi obat-obatan koagulan.
"Hal ini untuk memberi kesempatan pada badan untuk menghancurkan bekuan darah secara perlahan. Sembari tidak membentuk bekuan darah baru," ujarnya.
"DVT ini bisa mengenai siapa saja, karena itu kenali gejala agar kondisinya tidak semakin parah. Karena, jika tidak ditangani dengan benar dapat mengancam nyawa pasien," ucapnya.
Adapun sejumlah gejalanya di antaranya, rasa sakit yang terus menerus di tangan atau di kaki. Terlihat bengkak pada satu sisi.
Kemudian, kadang timbut rasa kesemutan, yang menandakan sarafnya mulai tergencet pembekuan darahnya. Dari warna kulitnya, daerah yang terkena akan berwarna kemerahan, lalu berubah menjadi kebiruan hingga akhirnya kulit terlihat sangat pucat.
"Jika mendapat semua gejala itu, segera pergi ke dokter subspesialis bedah vaskular dan endovaskular. Sehingga mendapat penanganan yang tepat," katanya, menegaskan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....