Kanker Darah pada Anak: Gejala, Penyebab, dan Pencegahan

  • 09 Feb 2025 20:45 WIB
  •  Bogor

KBRN, Bogor : Kanker darah atau leukemia adalah penyakit serius yang dapat menyerang anak-anak. Penyakit ini terjadi ketika sumsum tulang, tempat sel darah diproduksi, menghasilkan sel darah putih yang abnormal dalam jumlah berlebihan dan tidak berfungsi dengan baik . Sel darah putih yang abnormal ini tidak hanya tidak efektif dalam melawan infeksi, tetapi juga dapat menyerang sel dan organ tubuh yang sehat .

Gejala Kanker Darah pada Anak:

Anak-anak dengan kanker darah sering mengalami gejala seperti:

Nyeri tulang dan sendi: Hal ini disebabkan oleh penumpukan sel darah putih abnormal di area persendian.

Pembengkakan kelenjar getah bening: Kelenjar timus, yang terletak di leher, dapat membengkak dan menekan saluran pernapasan, membuat anak sulit bernapas .

Mudah lelah dan lesu: Hal ini disebabkan oleh anemia, yaitu kekurangan sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh

Demam dan mudah terserang infeksi: Sistem kekebalan tubuh yang lemah akibat sel darah putih yang abnormal membuat anak rentan terhadap infeksi .

Pucat: Kurangnya sel darah merah menyebabkan kulit tampak pucat .

Muncul bintik-bintik merah pada kulit: Hal ini disebabkan oleh jumlah trombosit yang rendah, yang berperan dalam pembekuan darah .

Perut membesar: Penumpukan sel kanker di hati dan limpa dapat menyebabkan perut membesar .

Penyebab Kanker Darah pada Anak:

Penyebab pasti kanker darah pada anak belum diketahui secara pasti. Namun, beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya leukemia pada anak, antara lain:

Faktor genetik: Anak-anak dengan riwayat keluarga yang menderita kanker darah memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena penyakit ini .

Kelainan bawaan: Anak-anak dengan sindrom Down (trisomi 21) memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena leukemia limfositik akut (ALL) atau leukemia myeloid akut (AML) .

Paparan radiasi: Paparan radiasi dalam jumlah besar sebelum kelahiran atau di tahun-tahun awal kehidupan dapat meningkatkan risiko kanker darah .

Paparan bahan kimia: Paparan bahan kimia tertentu, seperti benzena, dalam jumlah tinggi juga dapat meningkatkan risiko kanker darah .

Gaya hidup orang tua: Ibu hamil yang mengonsumsi banyak minuman beralkohol selama kehamilan dapat meningkatkan risiko leukemia pada anaknya .

Pencegahan Kanker Darah pada Anak:

Meskipun tidak semua faktor risiko dapat dihindari, beberapa langkah pencegahan dapat dilakukan untuk mengurangi risiko kanker darah pada anak, seperti:

Hindari paparan radiasi: Batasi paparan radiasi dari sinar matahari, sinar-X, dan peralatan elektronik.

Hindari paparan bahan kimia: Gunakan produk kimia dengan hati-hati dan hindari paparan bahan kimia berbahaya.

Hidup sehat: Makan makanan bergizi seimbang, berolahraga secara teratur, dan hindari kebiasaan merokok dan minum alkohol.

Vaksinasi: Vaksinasi dapat membantu melindungi anak dari infeksi yang dapat meningkatkan risiko kanker darah.

Penanganan Kanker Darah pada Anak:

Kanker darah membutuhkan penanganan yang tepat dan cepat. Pengobatan biasanya melibatkan kemoterapi, terapi radiasi, dan transplantasi sumsum tulang. Segera konsultasikan dengan dokter jika anak menunjukkan gejala-gejala kanker darah untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Penting untuk diingat bahwa kanker darah pada anak dapat disembuhkan dengan pengobatan yang tepat. Dengan meningkatkan kesadaran tentang penyakit ini dan melakukan pencegahan yang tepat, kita dapat membantu melindungi anak-anak dari kanker darah.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....