RS UNS Hadirkan Ablasi 3D Pertama di Solo Raya
- 25 Jan 2025 21:35 WIB
- Surakarta
KBRN, Surakarta: Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret (RS UNS) Surakarta mencatatkan sejarah baru dengan keberhasilan melaksanakan prosedur ablasi tiga dimensi (3D) pertama di Solo Raya. Teknologi canggih ini diharapkan mampu meningkatkan akurasi dalam penanganan gangguan irama jantung atau aritmia.
Presiden Pokja Aritmia Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PP PERKI), dr. Sunu Budhi Raharjo menjelaskan ablasi adalah prosedur non-bedah yang menggunakan kateter untuk mengatasi gangguan listrik pada jantung.
“Dengan teknologi tiga dimensi, pemetaan area yang bermasalah menjadi jauh lebih presisi dibanding metode konvensional yang hanya mengandalkan X-ray,” ucapnya dalam Konferensi Pers di RS UNS, Sabtu (25/1/2025).
Prosedur ini bekerja dengan menargetkan sumber gangguan listrik di otot jantung yang menyebabkan gejala seperti dada berdebar, nyeri dada, hingga risiko henti jantung.
"Dengan akurasi lebih tinggi, hasilnya lebih optimal dan komplikasi dapat diminimalkan," kata dr. Sunu.
Dikesempatan yang sama, Penanggung Jawab Tindakan Ablasi 3D RS UNS, dr. Irnizarifka mengungkapkan perasaan bangga telah berhasil melakukan tindakan ablasi terlebih dengan kehadiran dr. Sunu menjadi suatu kehormatan.
"Alhamdulillah, hari ini kami dengan bangga mengumumkan prosedur ablasi tiga dimensi pertama di Solo Raya telah berhasil dilakukan. Ini adalah kehormatan besar bagi kami, terlebih dengan kehadiran dr. Sunu,” ujarnya.
Pihaknya mengatakan tim medis RS UNS berhasil menyelesaikan tiga kasus aritmia, termasuk kasus PVC (Premature Ventricular Contraction).
"Hingga siang ini, dua kasus telah selesai tanpa komplikasi, dan hasilnya sangat baik," kata dr. Irnizarifka menambahkan.
Diharapkan ablasi 3D ini tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan RS UNS, tetapi juga memberikan dampak positif di bidang pendidikan dan kesehatan masyarakat Solo Raya. Teknologi ini menjadi langkah maju dalam penanganan gangguan irama jantung yang dapat mengurangi risiko komplikasi serius seperti henti jantung.
"Inovasi ini membuka peluang besar untuk pelayanan kardiologi yang lebih baik di Solo Raya," ucap dr. Irnizarifka. (Dania)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....