Cara penanganan Penyakit ASTO
- 12 Des 2024 09:10 WIB
- Tual
KBRN, Langgur : Dikutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, ASTO atau anti-streptolisin O adalah pemeriksaan darah yang mengukur kadar antibodi terhadap streptolisin O, toksin yang dihasilkan oleh bakteri Streptococcus. Pemeriksaan ini digunakan untuk mendeteksi infeksi bakteri Streptococcus, yang dapat menyebabkan berbagai penyakit, seperti: Demam rematik, Radang tenggorokan, Penyakit jantung rematik, Reumatoid arthritis, Glomerulonefritis, Demam scarlet.
Hasil pemeriksaan ASTO yang positif dapat menandakan:
Infeksi bakteri Streptococcus grup A, C, dan G .Komplikasi dari infeksi Streptococcus sebelumnya, seperti demam rematik atau glomerulonefritis. Hasil pemeriksaan ASTO yang normal adalah kurang dari 166 Todd unit. Pemeriksaan ASTO biasanya dilakukan dengan mengambil sampel darah dari pembuluh darah lengan menggunakan jarum suntik.
Penanganan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Streptococcus umumnya berupa: Obat-obatan, seperti obat anti-peradangan sekaligus antinyeri, serta antibiotik.
Demikian pula dipaparkan dokter spesial poliklinik Orthopaedi dan Trauma Tologi, Gregorius B.P.S Sutardi, Sp, OT, AIFO-K pada RSUD Karel Satsuitubun Langgur Maluku Tenggara beberapa waktu lalu.
Gregorius pun mengatakan Terapi lain untuk mengelola gejala dan menghindari komplikasi Pemeriksaan ASTO dilakukan untuk: Mendiagnosis penyakit demam rematik dan infeksi tenggorokan streptokokus, Memantau respons dan efektivitas pengobatan, Kadar ASTO yang tinggi biasanya mengindikasikan adanya infeksi streptokokus baru-baru ini. Hasil pemeriksaan ASTO dapat tetap positif hingga 2-4 bulan setelah terinfeksi.
Gregorius menyarankan kepada pasien atau siapapun, agar segera memeriksakan diri ke dokter spesialis penyakit dalam jika mengalami gejala-gejala penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Streptococcus.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....