Gelar Pikes 2024, Bupati Minta Semua Faskes Bikin Inovasi Penanganan Stunting
- 07 Des 2024 08:38 WIB
- Surakarta
KBRN,Surakarta: Dinas Kesehatan Pemkab Sragen menggelar Pameran Inovasi Kesehatan (Pikes) 2024 yang dihelat di GOR Diponegoro Sragen, Jumat (6/12/2024). Dari Pikes ke VI ini Bupati Sragen berharap semua Fasilitas Kesehatan (Faskes) membuat inovasi penanganan stunting di Bumi Sukowati.
Pikes 2024 diikuti 25 puskesmas dan 12 rumah sakit di Kabupaten Sragen. Puluhan Faskes memamerkan inovasi-inovasi pelayanan yang dimiliki. Penampilan masing-masing lembaga dinilai dan juaranya mendapatkan hadiah menarik.
Pameran inovasi tersebut dikemas dengan bentuk stand-stand. Setiap stand menampilkan keunggulan inovasi masing-masing.
Inovasi layanan tersebut dikemas dengan akronim yang unik misalnya Nyedak Tas Kulo atau Menyetor Dahak Tuntaskan Tuberkulosis milik Puskesmas Masaran 1. Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Sragen juga memiliki inovasi Sistem Jemput Langsung Laboratorium (Si Jalu Lab).
Berbeda dengan Puskesmas Sidoharjo yang memiliki Umob Ning Sirah dan inovasi-inovasi lainnya. Pikes 2024 ini dihelat secara sederhana dan dibuka Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati.
Kepala Dinkes Sragen dr Udayanti menyampaikan Pikes ke-6 ini terdapat 41 stand yang terdiri atas stand 25 puskesmas, stand tiga RSUD, stand sembilan RS swasta, stand Labkesda, stand Dinkes, stand PSC 119 Sukowati, stand Bank Jateng, dan stand BPR Bank Djoko Tingkir Sragen.
"Tahun ini kami mengundang rumah sakit swasta dan menghadirkan kesenian lokal dari Sanggar Pacelathon Gemolong untuk mengisi acara dengan tema stunting," ujarnya.

Udayanti menambahkan, Pikes ini sebagai upaya menyebarkan informasi dari inovasi-inovasi yang sudah dilakukan setiap lembaga kesehatan di Sragen. "Kemudian mendorong meningkatnya layanan kesehatan baik di Faskes satu maupun lanjutan."
Sementara itu Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat sambutan pembukaan acara meminta setiap fasilitas kesehatan yang ada di Sragen membuat terobosan dalam penanganan kasus stunting. Bupati Sragen mengaku malu, angka stunting di Sragen masih cukup tinggi.
"Angka stunting Sragen masih tinggi
Apa yang dilakukan. Bupatine dokter, Sekdane dokter percuma angka stunting tinggi. Kami harapkan bikin inovasi menyasar masyarakat, untuk menurunkan stunting," katanya.
Bupati menyebut, jumlah kasus stunting di Kabupaten Sragen berdasarkan data aplikasi elektronik pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat (e-PPGBM) 2024 masih 10,4% dari total bayi/anak balita. Angka 10,4% itu setara dengan 5.616 bayi/balita.
"Kita hanya 10 persen tapi belum jadi pembanding. Dinkes dan Camat, harus jadi perhatian lebih dalam turunkan angka kemiskinan dan stunting. Semoga Bupati baru menyelesaikan yang belum saya selesaikan, ada terobosan. Kami harap Sragen akan lebih baik."
Adapun Pameran Pikes 2024 itu masing-masing fasilitas kesehatan memiliki inovasi, bagi yang masuk dalam penilaian dan kriteria lomba akan mendapatkan hadiah. Tim juri dari Dinkes dan Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Sragen. MI
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....