Apa Itu Metanol dan Dampaknya pada Tubuh?

  • 06 Des 2024 12:45 WIB
  •  Gorontalo

Metanol adalah bahan kimia industri yang sering ditemukan dalam cairan seperti antibeku. Jika tertelan, bahkan dalam jumlah kecil, metanol bisa berakibat fatal. Meski rasanya mirip dengan alkohol dan efek awalnya serupa, toksisitas metanol sangat berbahaya bagi tubuh.

Pada awal konsumsi, metanol mungkin membuat Anda merasa mabuk dan tidak nyaman, sehingga bahaya seriusnya sering tidak disadari. Gejala keracunan biasanya muncul beberapa jam kemudian, saat tubuh mulai memetabolisme metanol menjadi zat-zat beracun.

Saat diproses oleh hati, metanol diubah menjadi formaldehida dan asam format, yang dapat menumpuk dan merusak saraf serta organ vital. Kerusakan ini bisa menyebabkan kebutaan, koma, atau bahkan kematian. Otak dan mata adalah organ yang sangat rentan terhadap efek racun ini.

Tingkat keparahan keracunan bergantung pada dosis dan bagaimana tubuh menanganinya. Orang dengan berat badan lebih rendah lebih rentan terhadap efek negatifnya.

Kesadaran tentang bahaya metanol masih bervariasi di berbagai negara. Hal ini dapat menyebabkan keterlambatan dalam diagnosis dan penanganan.

Menurut Jurnal Ilmiah Kesehatan Arkainstitute tahun 2024, penanganan keracunan metanol melibatkan penggunaan fomepizole dan etanol. Fomepizole mencegah metanol diubah menjadi zat beracun.

Etanol digunakan karena memiliki afinitas lebih tinggi terhadap enzim alkohol dehidrogenase. Ini membantu metanol diekskresikan tanpa diubah menjadi racun.

Dikutip dari BBC, Dr Knut Erik Hovda dari Médecins Sans Frontières (MSF) menekankan pentingnya perawatan cepat. "Anda bisa mati karena sedikit metanol, tapi bisa selamat dari dosis besar jika mendapat bantuan," katanya.

"Penawar paling penting adalah alkohol biasa," tambahnya.

Penting untuk segera mencari bantuan medis jika mencurigai keracunan metanol. Dengan perawatan tepat dan cepat, dampak buruk dapat diminimalkan.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....