WHO Rekomendasikan Batas Konsumsi Gula Sesuai Usia Anak
- 26 Nov 2024 20:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Mengkonsumsi gula secara berlebihan dan berkepanjangan dapat membuat jalur pengantaran otak kurang sensitif. Sehingga ini memperkuat perilaku adiktif terhadap gula.
Pernyataan tersebut disampaikan Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Endokrinologi IDAI dari RS Adam Malik Medan, Siska Mayasari Lubis. Menurutnya, WHO merekomendasikan asupan gula tambahan di bawah 10% dari total asupan energi dalam semua tahap kehidupan.
“Idealnya adalah kurang dari 5%. Sekarang kita lihat pada setiap tahapan usia anak, untuk anak yang berusia 2-4 tahun, rekomendasi gula yang dapat diberikan adalah 15-16 gram,” kata dr Siska dalam diskusi daring IDAI, Selasa (26/11/2024).
Lebih lanjut, Siska mengatakan bahwa takaran 15-16 gram setara dengan 4 sendok teh. Kemudian usia 4-7 tahun dapat diberikan sebanyak 18-20 gram atau setara 5 sendok teh.
Kemudian usia 7-10 tahun, rekomendasinya adalah 22-23 gram atau setara dengan 5,5 sendok teh. Kemudian usia 10-13 tahun dapat mengkonsumsi gula 24-27 gram, setara dengan 6,5 sendok teh.
Kemudian 13-15 tahun direkomendasikan 27-32 gram, ini setara dengan 8 sendok teh. Kemudian untuk usia 15-19 tahun diperbolehkan adalah 28-37 gram, ini setara dengan 9 sendok teh.
“Lalu kalau kita lihat kandungan gula bebas pada minuman manis dan jus per 500 ml, ini kita lihat adalah air yang berperasa. Jadi air berperasa ini biasanya mengandung 1-5 sendok teh gula,” kata Siska.
“Jadi bisa kita bayangkan kalau misalnya anak yang berusia 10 tahun, terus dia mengonsumsi jus buah. Itu batasannya hanya 24 gram sampai dengan umur 10 tahun, dia hanya diperbolehkan sekitar 6-6,5 sendok teh maksimal, dan ini terkadang tidak 1 botol minumnya,” ucap dr Siska.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....