Dampak Stunting Terhadap Anak dan Orang Tua
- 15 Okt 2024 17:00 WIB
- Ambon
KBRN, Ambon : Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi yang berlangsung lama, sehingga mengakibatkan terhambatnya perkembangan otak dan tumbuh kembang anak.
Hal ini salah satunya dapat membuat anak memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang dari anak-anak seusianya. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pencegahan stunting yaitu perbaikan terkait pola makan, pola asuh, dan juga perbaikan sanitasi dan akses air bersih.
Ketiga hal tersebut tentunya berkaitan erat dengan pola hidup keseharian keluarga yang tentunya juga sangat mempengaruhi perkembangan anak.
"Dari sisi psikologis, saat seorang anak terdiagnosa mengalami Stunting maka dampaknya tidak hanya terasa oleh anak saja namun juga oleh orang tuanya," Tutur Psikolog, Nur Ria Handayani. B, S.Psi, M.Psi di RSUD dr. M. Haulussy Ambon kepada RRI, Selasa (15/10/2024).
Handayani mengatakan bahwa, dampak yang dirasakan oleh orang tua antara lain:
- Memiliki perasaan bersalah, karena merasa belum dapat memberikan yang terbaik dalam proses pengasuhan anaknya mulai dari asupan gizi, memotivasi anak agar makan lebih lahap, ditambah dengan
- Lebih menutup diri dari lingkungan sosial, untuk menghindari stigma tentang kondisi anaknya.
- Rentan mengalami stress, karena tak jarang harus berhadapan dengan labelling dari keluarga atau orang sekitar yang melimpahkan kesalahan kepada orang tua.
- Pengelolaan emosi yang tidak stabil, dalam kondisi tertentu emosi yang dirasakan akan fluktuatif karena banyaknya tekanan sehingga dalam kondisi ini orang tua membutuhkan dukungan dari pihak terdekatnya.
- Pola makan dan pola tidur menjadi tidak teratur, dapat dialami jika beban psikologis yang dirasakan tidak ditangani dengan baik.
Di sisi lain, dampak stunting pada anak terutama dari sisi psikologis yakni risiko disfungsi psikososial lebih tinggi dibandingkan kondisi normal.
Dalam hal ini kadang anak terdeteksi memiliki kepercayaan diri yang rendah, cenderung lebih mudah cemas dan rentan mengalami depresi karena merasa berbeda dengan teman-teman sebayanya, sehingga hal ini juga mempengaruhi kemampuan anak dalam bersosialisasi dan beradaptasi dengan lingkungan sekitar.
Upaya pencegahan atau penanganan yang dapat dilakukan oleh orang tua dengan anak stunting, antara lain:
- Mengikuti sesi konseling
Sejatinya, semua orang butuh teman bicara. Sehingga jangan pernah merasa malu jika harus melakukan konseling untuk menyampaikan hal-hal yang dirasakan, dan tidak memendam beban psikologis terus-menerus.
- Menjaga Kesehatan mental
Tetap melakukan aktivitas yang membuat anda rileks dan Bahagia, seperti melakukan hobi, olahraga, dll. Karena jika Kesehatan mental terjaga, anda akan lebih mampu menerapkan pola asuh yang tepat untuk anak, mampu merawat diri dan keluarga dengan lebih baik.
- Menerapkan pola asuh yang tepat
Berikan pola pengasuhan dan komunikasi yang mendukung anak dalam kesehariannya, agar anak dapat lebih fokus pada potensi yang ia miliki dan mampu memaksimalkan potensi tersebut. Sehingga secara bertahap kepercayaan diri anak dapat lebih meningkat.
- Manajemen stress
Kelola stress anda dengan sebaik mungkin. Tetap sediakan waktu untuk diri sendiri, jalin komunikasi dengan orang terdekat, dan mintalah bantuan saat anda perlukan.
"Hal yang tak kalah penting yakni menghubungi profesional, jangan ragu untuk menghubungi psikolog/psikiater jika membutuhkan pendampingan lebih lanjut," tutup Handayani.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....