Tren Kue Kering Viral Paling Dicari untuk Sambut Idulfitri
- 12 Mar 2026 07:54 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari – Persiapan menyambut hari raya Idulfitri 1447 Hijriah di Kota Kendari kian terasa dengan munculnya berbagai tren kuliner khas lebaran yang menggugah selera. Pada 11 Maret 2026 ini, masyarakat mulai ramai memburu aneka kue kering dengan tampilan visual yang menawan dan cita rasa inovatif, yang diprediksi akan menjadi hantaran favorit serta sajian utama yang mempercantik meja tamu saat momen silaturahmi keluarga nanti.
Dikutip dari ulasan kuliner IDN Times (07 Maret 2026), tren kue kering tahun ini didominasi oleh perpaduan rasa tradisional dan sentuhan modern. Menurut pengamat kuliner, Erina Satrio (04 Maret 2026), kue kering dengan topping premium seperti matcha glaze atau taburan kacang pistachio di atas nastar klasik kini jauh lebih diminati karena memberikan kesan mewah dan berbeda dari sajian tahun-tahun sebelumnya.
Dilansir dari tips kreasi kue di Kompas Food (09 Maret 2026), estetik kemasan menjadi faktor penentu daya tarik sebuah produk kue kering. Desainer kemasan kuliner, Andi Hakim (06 Maret 2026), menjelaskan bahwa penggunaan jar kaca minimalis dengan label tipografi yang elegan membuat kue kering tidak hanya lezat untuk disantap, tetapi juga sangat "instagenic" dan layak menjadi hampers lebaran yang eksklusif bagi kerabat maupun kolega bisnis.
Berdasarkan laporan tren pasar dari portal Hello Sehat (10 Maret 2026), kesadaran akan kesehatan membuat kue kering gluten-free dan less-sugar mulai mendapatkan porsi pasar yang signifikan. Nutrisionis, dr. Mikhael Yosia (08 Maret 2026), menyarankan warga Kendari untuk memilih produk yang menggunakan pemanis alami seperti gula kelapa, agar kelezatan kue kering tetap dapat dinikmati tanpa rasa khawatir berlebih akan lonjakan kadar gula darah di tengah perayaan hari kemenangan.
Menurut sejumlah pelaku UMKM kuliner di Kendari dalam wawancara RRI Kendari (11 Maret 2026), pesanan kue kering dengan desain karakter unik dan warna-warni cerah mengalami peningkatan drastis menjelang pertengahan Ramadan. Fenomena ini menunjukkan bahwa masyarakat tidak hanya mencari rasa, tetapi juga pengalaman visual yang menyenangkan, yang diharapkan dapat menambah keceriaan dan kehangatan dalam merayakan Idulfitri bersama orang-orang tercinta di rumah.
Inovasi dalam dunia kue kering terus berkembang mengikuti selera pasar yang dinamis. Ragam pilihan yang menarik ini diharapkan dapat menghidupkan kembali semangat perayaan lebaran di wilayah Sulawesi Tenggara, sekaligus menjadi peluang emas bagi para pelaku usaha kuliner lokal untuk terus berkarya dan meningkatkan kualitas produknya agar kian dikenal luas di kancah nasional.