Bulan Ramadan Peluang UMKM Jajakan Menu Berbuka Puasa
- 10 Mar 2026 11:24 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Ramadan selalu membawa berkah bagi banyak orang, termasuk para penjual musiman takjil yang bermunculan diberbagai sudut kota. Menjelang waktu berbuka puasa, deretan lapak sederhana mulai dipadati pembeli yang mencari hidangan manis dan segar untuk berbuka puasa. Aneka takjil seperti kolak, es buah, gorengan, hingga kue tradisional menjadi sajian favorit yang selalu diburu masyarakat.
Bagi sebagian orang, berjualan takjil di bulan Ramadan menjadi peluang untuk menambah penghasilan. Banyak di antara mereka yang sehari-hari memiliki pekerjaan lain, namun memanfaatkan momen Ramadan untuk membuka lapak sementara. Dengan modal kreativitas dalam menyajikan menu, para penjual musiman ini mampu menarik perhatian pembeli yang ingin menikmati hidangan berbuka yang praktis dan lezat.
Seorang pedagang takjil di depan Mesjid Nurulfalah Kemaraya, Khalid, mengatakan Bulan Ramadan ia manfaatkan untuk berjualan takjil untuk menghasilkan pundi - pundi rupiah. "Saya menjual takjil disini tiap Bulan Ramadan, kesempatan ini ndak pernah saya sia - siakan karena banyak permintaan makanan minuman untuk orang berbuka, saya jualan dari siang sekitar pukul 14:00 Wita sampai sekitar pukul 19:00 Wita ", ujar Khalid, Rabu, 09 Maret 2026.
Kehadiran penjual takjil menambah semarak suasana Ramadan di tengah masyarakat. Selain memudahkan warga mendapatkan menu berbuka, aktivitas ini juga menciptakan interaksi sosial yang hangat antara penjual dan pembeli. Ramadan pun bukan hanya menjadi bulan ibadah, tetapi juga membawa berkah ekonomi bagi masyarakat melalui tradisi berburu takjil menjelang waktu berbuka puasa.
Ditempat yang sama, Lia , pedagang takjil kepada RRI Kendari mengatakan berbagai jenis menu berbuka puasa diminati masyarakat. "yang paling laku itu gorengan, tapi menu es es juga banyak peminatnya, es pisang ijo, es buah, es jeli, tapi saya juga sediakan kue - kue basah seperti kue cantik manis, jalang kote, risol, kue lapis dan lain lain. Kalau masalah harga agak naik sedikit dari tahun lalu karena sekarangkan bahan - bahan juga naik mi toh harganya, tapi kita menyesuaikan ji kemampuan pembeli. Saya perhatikan klo terlalu mahal juga orang nda mau beli, rata rata orang cari yang enak tapi harga terjangkau. tapi yang sering orang - orang lupa itu kan ada harga ya ada kualitas dong", ujarnya.
Para penjual takjil berharap dagangan mereka dapat laris manis setiap harinya. Bagi sebagian pedagang musiman, Ramadan menjadi waktu yang sangat berarti karena pendapatan selama sebulan ini bisa membantu meringankan beban ekonomi keluarga. Selain berharap dagangan habis terjual, para penjual takjil juga berharap suasana Ramadan tetap ramai dan penuh kebersamaan. Ramainya pembeli menjelang berbuka puasa bukan hanya membawa keuntungan, tetapi juga menghadirkan rasa syukur dan kebahagiaan tersendiri bagi para pedagang yang menggantungkan harapan pada berkah bulan Ramadan.