Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H Hindari Panic Buying

  • 10 Mar 2026 09:36 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Fenomena panic buying sering muncul menjelang hari raya atau saat muncul kabar tentang kemungkinan kelangkaan barang. Kondisi ini biasanya dipicu oleh rasa khawatir akan ketersediaan kebutuhan pokok memicu pembelian barang dalam jumlah berlebihan, meskipun sebenarnya stok di pasaran masih mencukupi. Perilaku ini justru dapat memicu ketidakseimbangan distribusi barang.

Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Enam Enam - STIE 66 Kendari, Dr.Rince Tambunan, SE.,MM kepada RRI Kendari, mengatakan alangkah baiknya bersikap tetap tenang dan berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan menjelang Hari Raya Idul Fitri. "Situasi buying panic saat ini adalah ujian nyata bagi kita—bukan hanya tentang seberapa banyak uang yang kita miliki, tetapi seberapa baik kita mampu mengelola diri. Dalam manajemen, kita diajarkan tentang risk assessment (penilaian risiko). Merespons risiko dengan kepanikan tanpa data adalah kegagalan manajemen diri. Tindakan borong barang adalah solusi jangka pendek yang menciptakan masalah jangka panjang bagi komunitas. Kita sedang membayar 'pajak ketakutan' melalui harga yang mahal dan kepanikan sosial," ujuar Dr.Rince, Kamis, 10 Maret 2026.

Pemerintah dan pihak terkait biasanya telah menyiapkan langkah antisipasi untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga barang, terutama menjelang momen besar seperti Ramadan maupun Idulfitri. Dengan menghindari panic buying, masyarakat turut membantu menjaga ketersediaan barang di pasar tetap stabil sehingga semua orang dapat memenuhi kebutuhannya dengan baik.

"Mari kita bertindak sebagai 'manajer' yang bijak di rumah tangga masing-masing. Fokus pada needs (kebutuhan), bukan wants (keinginan yang didorong ketakutan). Dengan belanja bijak, kita membantu menjaga suplai tetap aman, harga tetap stabil, dan hati tetap tenang," kata Dr.Rince menutup wawancara.

Rekomendasi Berita