Kematian Tinggi, Bahaya Narkoba Hampir Sama Covid-19

Wakil Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse saat memberi arahan kegiatan Bimbingan Teknis Penggiat Anti Narkoba(Foto : RRI)

KBRN, Baubau: Wakil Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse menyatakan tingkat bahaya Narkoba hampir sama dengan Covid-19 karena angka kematian akibat Napza istilah lain dari Narkoba, terbilang tinggi. 

Hal tersebut diungkapkan Monianse saat menjadi pemateri pada kegiatan Bimbingan Teknis Penggiat Anti Narkoba Instansi Pemerintah Kota Baubau bertempat di salah satu hotel, Rabu(9/9/2020). 

"Tingkat kematian (karena Narkoba-red) di Indonesia saat ini berkisar antara 40 sampai 50 orang perhari. Pertahun, kurang lebih 15 ribu orang meninggal karena Narkoba. Jadi tingkat bahayanya hampir sama dengan Covid-19, "ungkap Monianse. 

Selain itu kata dia, bila menilik data prevalensi penyalahgunaan Narkoba di Indonesia, paling banyak yang terjerumus adalah penduduk usia produktif. Karena itu menurutnya, jika persoalan Narkoba tidak ditangani secara serius maka dapat dipastikan keberlangsungan berbangsa dan bernegara akan terancam. 

"Usia produktif menjadi sumber energi pembangunan dan keberlangsungan bangsa. Kalau usia produktif terserang Narkoba, maka saya sudah bisa pastikan bangsa ini tidak bisa berkelanjutan sebagaimana mana yang kita harapkan bersama, "ucapnya.

Untuk itu dirinya mengajak semua pihak agar peduli terhadap ancaman nyata Narkoba ini. Tidak hanya masyarakat, tetapi justru pemerintah itu sendiri. 

Monianse mengakui, keberpihakan anggaran terhadap upaya-upaya penanggulangan Narkoba masih kurang. Bahkan, dimasa Pandemi Covid-19 ketika ada pemotongan anggaran, kebanyakan dipotong adalah anggaran-anggaran kegiatan yang berhubungan dengan Narkoba. Sehingga,  kedepan diharapkan akan menjadi perhatian utama. 

"Kemarin di daerah kita, ketika ada Pandemi Covid yang pertama di potong itu adalah dana-dana penyuluhan yang ada hubungannya dengan Narkoba. Ini sangat ironis, ancaman yang begitu besar dan sangat mengancam kehidupan berbangsa dan bernegara namun pemihakan anggaran kita belum tepat,”jelasnya.

Ditempat yang sama, Kepala BNN Kota Baubau, Alamsyah mengungkapkan penduduk terpapar Narkotika di Indonesia mencapai 1,8 persen atau setara 3,4 juta jiwa berdasarkan data terakhir angka prevalensi Nasional tahun 2019.

Pengguna Narkotika terbanyak dikatakan Alamsyah, ada pada kelompok pekerja dengan usia produktif antara usia 33 sampai 44 tahun.

"Jadi untuk 2019 paling banyak ada pada kelompok pekerja. Makanya kita lebih giat melakukan sosialisasi P4GN diinstansi masing-masing dan deteksi dini melalui pemeriksaan urine kepada PNS maupun CPNS, "ujar Alamsyah. 

Selain giat sosialisasi dan deteksi dini, BNNK Baubau juga membentuk penggiat dan relawan anti Narkotika di instansi pemerintah sebagai upaya mencegah kelompok pekerja terjerumus penyalahgunaan Narkoba. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar