Pengaruh Budaya Kolaborasi UMKM Pangan di Bulan Ramadhan
- 09 Mar 2026 13:02 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Budaya kolaborasi di kalangan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pangan dinilai memiliki peran penting dalam meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat, khususnya selama bulan Ramadan. Hal tersebut menjadi topik utama dalam Dialog Tonga Oleo yang disiarkan dari Studio Pro 4 RRI Kendari, Rabu 4 Maret 2026.
Dialog tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Drs. Abdul Rauf, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari, dan Dr. Wa Ode Winesty Sofyani, M.Hum, dosen Jurusan Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo (UHO).
Dalam pemaparannya, Abdul Rauf menjelaskan bahwa selama bulan Ramadan, permintaan terhadap berbagai produk pangan meningkat secara signifikan. Kondisi ini membuka peluang besar bagi para pelaku UMKM untuk meningkatkan produksi sekaligus memperluas jaringan usaha melalui kerja sama atau kolaborasi.
Menurutnya, budaya kolaborasi antar pelaku UMKM sangat penting untuk menjaga stabilitas pasokan pangan sekaligus memperkuat daya saing produk lokal.
“Ramadan menjadi momentum bagi pelaku UMKM pangan untuk saling bekerja sama, baik dalam penyediaan bahan baku, proses produksi hingga pemasaran. Kolaborasi ini juga membantu menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Dr. Wa Ode Winesty Sofyani menyoroti kolaborasi UMKM dari perspektif budaya. Ia menjelaskan bahwa praktik kerja sama dalam masyarakat sebenarnya telah lama menjadi bagian dari budaya lokal, yang tercermin melalui nilai gotong royong dan solidaritas sosial.
Menurutnya, ketika nilai-nilai budaya tersebut diterapkan dalam aktivitas ekonomi, termasuk pada sektor UMKM pangan, maka akan tercipta ekosistem usaha yang lebih kuat dan berkelanjutan.
“Budaya kolaborasi ini tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi, tetapi juga memperkuat hubungan sosial di masyarakat. Nilai gotong royong yang ada dalam budaya lokal dapat menjadi modal sosial bagi pengembangan UMKM,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa bulan Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan tersebut, karena masyarakat cenderung lebih terbuka untuk saling berbagi dan bekerja sama.
Melalui dialog ini, para narasumber berharap para pelaku UMKM pangan di Kota Kendari dapat terus memperkuat budaya kolaborasi, sehingga tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Dialog Tonga Oleo di Studio Pro 4 RRI Kendari tersebut menjadi ruang diskusi publik yang menghadirkan berbagai perspektif, baik dari sisi kebijakan pemerintah maupun kajian akademik, dalam memahami dinamika sosial dan ekonomi yang berkembang di masyarakat.