Tim Sipandu Wakatobi Pendampingan Sertifikat Halal Produk Perikanan
- 18 Feb 2026 16:00 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Baru-baru ini Tim Sistem Pelayanan Klinik Mutu Terpadu (SIPANDU) Bidang Penguatan Daya Saing dan Pemasaran Hasil Perikanan (PDSPHP), Dinas Perikanan Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan pendampingan Halal bagi produk olahan perikanan.
Produk olahan itu berupa pentolan ikan dan produk lainnya di Desa Mola Bahari, Kecamatan Wangiwangi Selatan (Wangsel). Kegiatan itu bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pelaku usaha mengenai pentingnya penerapan standar Halal dalam proses produksi.
SIPANDU 5.0 adalah Program Inovasi dari Dinas Perikanan Kabupaten Wakatobi, melalui Bidang PDSPHP, yang bertujuan untuk memberikan pelayanan satu pintu dalam pengurusan legalitas, sertifikasi mutu, profil usaha, katalog dan promosi produk serta pendampingan bagi pelaku usaha perikanan untuk mendukung hilirisasi produk perikanan Kabupaten Wakatobi.
Adapun tujuan SIPANDU 5.0 yaitu meningkatkan mutu dan daya saing produk perikanan Wakatobi, mempercepat proses legalitas dan sertifikasi usaha perikanan, memberikan akses pasar dan promosi produk melalui katalog digital dan memfasilitasi pelaku usaha menuju pasar nasional dan ekspor.
Pendamping Halal Kamriah selaku tim Sipandu 5.0 menjelaskan, pendampingan meliputi penjelasan mengenai bahan baku, proses pengolahan, kebersihan sarana produksi, serta kelengkapan administrasi yang dibutuhkan dalam pengajuan sertifikasi Halal.
"Tim juga memberikan arahan teknis agar pelaku usaha mampu memenuhi ketentuan yang berlaku sesuai standar yang ditetapkan," ungkapnya di Wangiwangi, Rabu 18 Februari 2026.
Kabid PDSPHP Dinas Perikanan Kabupaten Wakatobi Hardin selaku Inovator SIPANDU 5.0 berharap, pendampingan tersebut dapat bermanfaat bagi para pelaku usaha perikanan.
"Selain itu pelaku usaha perikanan seperti pentolan ikan dan produk lainnya di Desa Mola Bahari dapat meningkatkan kualitas produk, memperluas kepercayaan konsumen, serta mendorong daya saing produk perikanan lokal. Agar mampu berkembang dan memiliki nilai tambah yang lebih tinggi, untuk peningkatan pendapatan keluarga," harapnya.