Saham BCA alami Penurunan di Dua Bulan Terakhir pada 2026

  • 28 Feb 2026 19:25 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Saham Perbankan terkuat di Indonesia, BCA terus alami penurunan dalam periode dua bulan 2026. Terhitung dari Desember 2025 hingga Februari 2026 BBCA mencatat penurunan 14,84 persen. Bahkan hingga perdagangan hari terakhir Februari, Jumat 27 Februari 2026, BCA mengalami nett sell terbanyak yakni Rp. 579,6 miliar.

Pada awal Januari 2026, BCA dibuka pada level 8.050 per-lembar saham. Trend bearish terlihat pada emiten ini, dibuktikan hingga akhir Februari BCA terus turun hingga berada pada level 7.175 per-lembar saham.

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk, Hendra Lembong dalam keterangan persnya menjelaskan bahwa secara internal manajemen BCA memastikan performance yang terbaik. Ia menambahkan bahwa kondisi ekternal berada diluar kendali manajemen karena 70 persen-80 persen pemegang saham BCA didominasi investor Asing, fluktuasi harga saham BBCA merupakan hal yang wajar. Mengingat, pemegang saham BBCA didominasi oleh investor asing sekitar 70 persen–80 persen dari saham free float.

Rekomendasi Berita