Membangun Budaya Kerja Profesional di Bidang Ekonomi
- 25 Feb 2026 07:52 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Upaya membangun budaya kerja profesional di bidang ekonomi menjadi topik utama dalam Dialog Tonga Oleo yang digelar pada Selasa (24 Pebruari 2026). Diskusi ini menghadirkan dua narasumber kompeten, yakni Dr. Asraf Yunus (Akademisi/Sekretaris Forum UKM IKM Sultra) dan Rony, S.ST, PI (Kepala SMKN 1 Kendari).
Dalam pemaparannya, Dr. Asraf Yunus menekankan bahwa budaya kerja profesional merupakan fondasi utama dalam memperkuat daya saing pelaku usaha, khususnya sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM) serta Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Sulawesi Tenggara. Menurutnya, profesionalisme tidak hanya berbicara tentang keterampilan teknis, tetapi juga menyangkut integritas, disiplin, inovasi, dan komitmen terhadap kualitas.
“Budaya kerja profesional harus dimulai dari pola pikir. Pelaku usaha harus memiliki orientasi mutu, ketepatan waktu, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan pasar,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi antara dunia pendidikan dan pelaku usaha menjadi kunci dalam menciptakan sumber daya manusia yang siap bersaing.
Sementara itu, Rony, S.ST, PI menjelaskan peran lembaga pendidikan vokasi dalam menanamkan budaya kerja profesional sejak dini kepada siswa. Di SMKN 1 Kendari, berbagai program telah diterapkan, seperti praktek kerja industri (Prakerin), teaching factory, serta pembiasaan budaya disiplin dan tanggung jawab.
“Kami berupaya membentuk lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki etos kerja, komunikasi yang baik, dan sikap profesional. Dunia industri membutuhkan tenaga kerja yang siap kerja dan siap berkembang,” jelasnya.
Diskusi berlangsung interaktif dengan partisipasi aktif pendengar yang memberikan pertanyaan seputar tantangan dunia kerja saat ini, termasuk digitalisasi ekonomi dan persaingan global. Kedua narasumber sepakat bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi prioritas utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Melalui Dialog Tonga Oleo ini, diharapkan tercipta sinergi antara akademisi, lembaga pendidikan, dan pelaku usaha dalam membangun budaya kerja profesional yang berkelanjutan, guna mendukung kemajuan sektor ekonomi di Sulawesi Tenggara.