Mitos Seputar Sinar UV yang Masih Dipercaya Masyarakat

  • 29 Nov 2025 15:39 WIB
  •  Kendari

KBRN, Kendari: Paparan sinar ultraviolet (UV) sering kali diselimuti berbagai mitos yang masih dipercaya masyarakat luas. Banyak orang meyakini bahwa sinar UV hanya berbahaya saat matahari terik atau di musim panas, padahal radiasi UV tetap ada bahkan saat cuaca mendung. Kesalahpahaman ini membuat perlindungan kulit menjadi kurang optimal, meningkatkan risiko kerusakan kulit jangka panjang dan kanker kulit.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Dermatologic Science menunjukkan bahwa radiasi UV-B mampu menembus awan dan kaca tipis, sehingga paparan harian meski singkat tetap dapat menyebabkan kerusakan DNA pada sel kulit. Studi ini menekankan bahwa mitos tentang “UV hanya berbahaya di siang hari” dapat menyesatkan masyarakat dalam melakukan perlindungan diri.

Mitos lain yang sering ditemui adalah anggapan bahwa orang dengan kulit gelap tidak perlu memakai tabir surya. Para ahli dermatologi menekankan pentingnya edukasi publik mengenai bahaya sinar UV dan langkah perlindungan yang tepat. Penggunaan tabir surya, pakaian pelindung, dan pembatasan aktivitas saat radiasi tinggi menjadi strategi utama. Dengan pemahaman yang benar, masyarakat dapat melindungi kulit secara efektif dari risiko jangka panjang, sekaligus menepis berbagai mitos yang selama ini menyesatkan.

Rekomendasi Berita