Fakta Baru Paparan UV dan Dampaknya bagi Kesehatan
- 29 Nov 2025 14:57 WIB
- Kendari
KBRN, Kendari: Sejumlah penelitian terbaru kembali menegaskan bahwa paparan sinar ultraviolet (UV) membawa dampak signifikan bagi kesehatan manusia, terutama pada kulit dan sistem kekebalan tubuh. Paparan intens dapat memicu kerusakan sel, mempercepat penuaan kulit, hingga meningkatkan risiko kanker kulit. Para ahli menekankan bahwa meskipun radiasi UV merupakan bagian alami dari cahaya matahari, tingkat paparannya yang terus meningkat membuat masyarakat perlu lebih waspada.
Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of Ultraviolet Exposure and Human Health mengungkapkan bahwa sinar UV-B memiliki efek paling merusak karena langsung menargetkan DNA sel kulit. Penelitian tersebut menemukan bahwa kerusakan yang terjadi bersifat kumulatif dan dapat muncul meski paparan berlangsung dalam waktu singkat. Para peneliti juga menyoroti perlunya deteksi dini untuk mencegah perkembangan sel abnormal yang dapat memicu kanker kulit.
Temuan tambahan dari International Review of Dermatologic Science menunjukkan bahwa sinar UV tidak hanya memengaruhi kulit, tetapi juga berpotensi menurunkan fungsi sistem imun manusia. Paparan berkepanjangan dilaporkan dapat menghambat mekanisme pertahanan tubuh, membuat seseorang lebih rentan terhadap infeksi tertentu. Selain itu, radiasi UV turut memicu kondisi inflamasi pada kulit yang sering tidak disadari sebagai dampak paparan sinar matahari.
Para pakar menyarankan penggunaan tabir surya dengan SPF memadai, pakaian pelindung, serta pembatasan aktivitas luar ruangan pada jam dengan radiasi tertinggi. Mereka menekankan bahwa edukasi mengenai risiko paparan UV harus diperkuat, mengingat kesadaran masyarakat masih rendah. Dengan meningkatnya temuan ilmiah terkait dampak UV, upaya perlindungan kulit dan kesehatan menjadi langkah penting untuk mencegah masalah jangka panjang.