Bianglala, Ikon Wahana Pasar Malam Yang Masih Diminati
- 10 Jun 2024 15:54 WIB
- Kediri
KBRN, Kediri: Bianglala, satu wahana legendaris yang juga disebut oleh sebagian masyarakat sebagai kincir raksasa, hingga saat ini masih menjadi wahana paling ikonik di Indonesia yang banyak ditemukan di pasar malam sampai dengan di sebagian Alun-Alun Kota. Kincir raksasa yang pertama kali dioperasikan di Dunia Fantasi (Dufan), Ancol, Jakarta pada pertengahan tahun 1985 ini masih menjadi permainan yang paling diminati. Awalnya, bianglala bukanlah sebutan untuk wahana melainkan brand dari permainan kincir raksasa di Dufan.
RRI Kediri berkesempatan mendatangi Alun-Alun Kota Blitar Jawa Timur dimana sedang terselenggara Puncak peringatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) Ke-XXI dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Ke-52 Tahun 2024, Minggu sore (9/6/2024). Kota Patria, sebutan untuk Kota Blitar, tahun ini terpilih sebagai tuan rumah yang mendatangkan delegasi dari Kabupaten maupun Kota se-Jawa Timur dalam pameran produk UMKM unggulan masing-masing daerah.
Diantara kemeriahan pengunjung pameran di zona BBGRM dan Bazar Blitar Jadoel 2024, banyak pengunjung yang juga beramai-ramai mengantri untuk sekedar menikmati wahana legendaris bianglala yang berada dalam satu area dengan Alun-Alun. Tidak hanya pengunjung anak-anak, orang dewasa pun nampak turut antusias menikmati kincir angin raksasa dengan gondola berwarna-warni cerah ini.
RRI turut mewawancara Akhsan Ardiansyah (32), seorang tenaga operator bianglala yang ada di Alun-Alun Kota Blitar. “ Alhamdulillah peminat bianglala masih ramai. Paling banyak diminati malah. Khusus weekend tarifnya 15.000 rupiah, hari-hari biasa 10.000 rupiah. Sejak pameran dibuka hari Jum’at (7/6/2024) sudah ramai pengunjung yang ngantri, “ kata Akhsan, sapaan akrabnya.
Pria berpawakan kurus ini turut menceritakan teknik maintenance bianglala yang menjadi skala prioritas. “ Safety nomor satu. Perawatan mesin rutin dilakukan kemudian perawatan luar seperti pengecatan dan lain-lain. Biar tetap menarik perhatian, aman, layak buat dinaiki, “ ucap Akhsan kepada RRI Kediri.
Sementara itu, Pamela Damayanti (37), warga Kota Kediri ini memiliki pengalaman berbeda sebagai pecinta salah satu wahana rekreasi dengan ketinggian ekstrim, “ Saya haru kalau lihat bianglala. Ingat masa kecil, ingat Almarhum Papa. Syukurlah masih banyak peminat karena dari kejauhan pasti wahana ini yang paling terlihat dan menarik perhatian, “ ujar ibu dari dua orang anak ini saat ditemui RRI dikediamannya, Senin siang (10/6/2024).
Sebagai informasi, bianglala dalam bahasa klasik diartikan pelangi. Hal ini memvisualisasikan wahana kincir raksasa dengan serangkaian gondola yang memiliki beraneka macam warna seperti lengkungan pelangi di angkasa.
Selain itu, banyak masyarakat beranggapan bahwa nama ‘bianglala’ yang tertera pada kincir raksasa tertua di Indonesia yang berada di Dufan, menjadi pemrakarsa sebutan bianglala oleh masyarakat di berbagai penjuru bumi nusantara. Keberadaan bianglala tidak hanya dapat dijumpai di kota-kota besar. Pengunjung pasar malam yang ada di daerah hingga pelosok desa pun sudah bisa menikmati keindahan pemandangan alam dari atas kincir angin raksasa yang berputar perlahan ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....