Naik KA Malabar, Pelajar Tulungagung Belajar Keselamatan dan Sejarah Kota Madiun

  • 17 Sep 2026 18:14 WIB
  •  Kediri
Poin Utama
  • Program Eduspoor menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar memahami penggunaan transportasi kereta api yang aman, nyaman, sekaligus mengenal berbagai aturan keselamatan
  • KAI Daop 7 Madiun berharap pengalaman tersebut dapat membuat pelajar semakin mengenal transportasi kereta api, memahami pentingnya keselamatan, sekaligus memiliki kepedulian terhadap sejarah dan lingkungan

RRI.CO.ID, Kediri - Perjalanan 42 pelajar SD dan SMP Istana Bina Bangsa School Tulungagung ke Kota Madiun, Kamis, 17 September 2026, tidak sekadar menjadi pengalaman naik kereta api. Mereka juga mendapat kesempatan mengenal lebih dekat dunia perkeretaapian sekaligus belajar sejarah dan kekayaan Kota Madiun.

Kegiatan tersebut dikemas melalui program Eduspoor yang digelar PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun. Program ini menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar memahami penggunaan transportasi kereta api yang aman, nyaman, sekaligus mengenal berbagai aturan keselamatan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan perjalanan menggunakan KA Malabar dari Stasiun Tulungagung menuju Stasiun Madiun. Setibanya di Stasiun Madiun, para siswa disambut jajaran manajemen KAI Daop 7 Madiun, di antaranya Manajer Angkutan Penumpang Asih Purwati, Manajer Komersial Non-Angkutan Cicih, dan Manajer Humas Tohari.

"Di stasiun, para siswa diajak mengenal sejumlah profesi di balik pelayanan perjalanan kereta api. Mereka diperkenalkan dengan tugas petugas customer service, loket, keamanan, hingga petugas operasional stasiun," kata Tohari.

Ia menjelaskan, petugas juga memberikan edukasi mengenai tahapan perjalanan menggunakan kereta api. Mulai dari pembelian tiket melalui aplikasi resmi, proses boarding, hingga pengenalan fasilitas yang tersedia di stasiun maupun di dalam kereta.

"Tak kalah penting, para pelajar mendapatkan pemahaman mengenai keselamatan di lingkungan perkeretaapian," katanya.

Ia menyebutkan, mereka diingatkan untuk tidak beraktivitas di sekitar rel, tidak melakukan vandalisme seperti melempar benda ke kereta yang sedang melaju, serta meningkatkan kewaspadaan ketika melintasi perlintasan sebidang.

Tohari mengatakan, edukasi keselamatan perlu dikenalkan sejak usia dini agar anak-anak tidak hanya memahami aturan, tetapi juga mampu mengingatkan keluarga maupun lingkungan sekitarnya.

"Harapannya, para siswa dapat turut serta menjaga sarana dan prasarana KA sebagai aset bangsa, sehingga tercipta perjalanan kereta api yang aman, nyaman, dan selamat bagi semua," kata Tohari.

Program Eduspoor kali ini juga melibatkan Pemerintah Kota Madiun. Setelah tiba di kota tujuan, para siswa disambut Plt. Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan bus wisata Mabour.

Dengan bus tersebut, para peserta diajak berkeliling Kota Madiun dan Balai Kota. Di sepanjang perjalanan, mereka mendapatkan penjelasan mengenai sejarah Kota Madiun, latar belakang bangunan Balai Kota, serta profil sejumlah wali kota yang pernah memimpin daerah tersebut.

Hal itu menuai respon positif dari, warga Kediri, Winda, yang mengaku takjub melihat upaya KAI mengenalkan transportasi kereta api kepada pelajar sejak usia dini. Menurutnya, kegiatan seperti Eduspoor tidak hanya memberikan pengalaman baru bagi anak-anak, tetapi juga mengajarkan pentingnya keselamatan saat menggunakan transportasi kereta api.

"Menurut saya bagus sekali, anak-anak tidak hanya diajak naik kereta, tetapi juga dikenalkan bagaimana menggunakan kereta dengan aman. Mereka juga bisa belajar langsung tentang profesi di stasiun dan sejarah Kota Madiun. Pengalaman seperti ini tentu akan lebih mudah diingat oleh anak-anak," kata Winda.

Winda berharap, kegiatan edukasi serupa dapat terus dilakukan secara rutin dan menjangkau lebih banyak pelajar. Ia menilai pengenalan keselamatan perkeretaapian sejak dini dapat membantu membentuk kebiasaan positif anak-anak ketika bepergian menggunakan kereta api maupun saat berada di sekitar jalur perkeretaapian.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab dan pemberian suvenir. KAI Daop 7 Madiun berharap pengalaman tersebut dapat membuat pelajar semakin mengenal transportasi kereta api, memahami pentingnya keselamatan, sekaligus memiliki kepedulian terhadap sejarah dan lingkungan di sekitarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....