Dhoho Night Carnival 2026, Kontingen GG Hadirkan Kisah Kidung Harsawijaya
- 27 Jul 2026 07:26 WIB
- Kediri
Poin Utama
- Di tengah gemuruh Dhoho Night Carnival 2026, barisan kontingen PT Gudang Garam Tbk berhasil mencuri perhatian
RRI.CO.ID, Kediri - Di tengah gemuruh Dhoho Night Carnival 2026, barisan kontingen PT Gudang Garam Tbk berhasil mencuri perhatian. Mereka tampil dengan tema 'Kerajaan Bunga Anggrek', dan menghidupkan kembali kisah kejayaan Kerajaan Kaḍiri yang tertulis dalam naskah Kidung Harsawijaya, Minggu malam, 26 Juli 2026.
Bukan sekadar karnaval, setiap detail kostum, motif, dan properti yang diarak menyimpan makna sejarah. Tema ini merupakan bentuk dukungan Gudang Garam terhadap pelestarian budaya dan penguatan identitas Kota Kediri di usia ke-1147.
Keikutsertaan PT Gudang Garam Tbk merupakan tindak lanjut undangan resmi Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga. Tema 'Kerajaan Bunga Anggrek' dipilih setelah kajian panjang dari berbagai sumber sejarah Kediri.
Salah satu rujukan utama adalah Kidung Harsawijaya, naskah kuno itu menggambarkan kemegahan wastra Kerajaan Kaḍiri dengan ragam motif flora seperti Bakung dan Puspalas sebagai simbol keindahan, perlindungan, dan kemuliaan. Kajian tersebut juga memaknai Daha sebagai 'Kota Api' yang melambangkan semangat, energi kehidupan, dan daya juang. Filosofi itu dipadukan dengan simbol kesuburan Gunung Kelud dan aliran Sungai Brantas yang menjadi fondasi lahirnya peradaban Kaḍiri.
Melalui interpretasi artistik, bunga anggrek dipilih sebagai representasi utama. Anggrek menjadi simbol keanggunan, ketangguhan, serta kemampuan untuk terus tumbuh dan berkembang seperti warisan budaya Kediri.
Salah satu penonton, Arjuna (28) warga Kota Kediri, mengaku sangat antusias melihat penampilan kontingen GG. Ia rela datang sejak sore demi menyaksikan langsung.
"Merinding saya lihatnya. Kostumnya megah banget, terus ada cerita sejarahnya juga. Jadi bangga jadi orang Kediri. Ternyata kita punya warisan seindah ini," ujar Arjuna dengan mata berbinar saat ditemui di lokasi.
Bagi para peserta, berjalan di sepanjang rute karnaval terasa seperti napak tilas. Mereka membawa serta kebanggaan menjadi bagian dari kota yang punya sejarah besar.
Kabag Humas PT Gudang Garam Tbk, Iwhan Tri Cahyono, menyampaikan bahwa partisipasi ini adalah bentuk apresiasi terhadap sejarah dan budaya Kediri. "Gudang Garam tumbuh dan berkembang bersama Kota Kediri. Oleh karena itu, kami memandang Dhoho Night Carnival sebagai ruang untuk mengangkat kembali kekayaan sejarah dan budaya daerah melalui karya kreatif yang dapat dinikmati masyarakat," kata Iwhan.
Iwhan menambahkan tema 'Kerajaan Bunga Anggrek' dengan filosofi 'Kita Adalah Surya' merupakan wujud penghormatan terhadap warisan budaya. Sekaligus semangat untuk terus berkarya dan memberikan manfaat bagi lingkungan.
Di sepanjang jalan, tepuk tangan penonton berkali-kali pecah. Banyak warga seperti Arjuna yang mengabadikan momen dan bertanya tentang makna kostum. Itu membuktikan pesan sejarah bisa sampai lewat cara yang indah dan menghibur.
Melalui keikutsertaan ini, PT Gudang Garam Tbk berharap Dhoho Night Carnival tidak hanya menjadi perayaan budaya. Ajang ini juga diharapkan menjadi media edukasi yang memperkenalkan kembali kejayaan peradaban Kaḍiri, sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap jati diri Kota Kediri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....