Museum Sri Aji Jayabaya Kediri Pamerkan Banyak Koleksi Sejarah

  • 18 Apr 2026 07:15 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri - Museum Sri Aji Jayabaya yang berada di Jalan Totok Kerot, Desa Menang, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri saat ini lebih banyak pamerkan koleksi peninggalan sejarah. Museum tersebut telah dapat dikunjungi oleh masyarakat luas tanpa biaya tarif atau grastis.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri, Mustika Prayitno Adi, Jumat, 17 April 2026, menjelaskan beberapa benda bersejarah berasal dari Museum Bagawanta Bhari yang sebelum kerusuhan berada di komplek kantor Pemkab Kediri. Pasca kerusuhan penataan benda bersejarah dipindahkan pada lokasi baru sesuai master plan di Museum Sri Aji Jayabaya, Kabupaten Kediri.

“Yang dikoleksikan (disimpan) disini sebenarnya masih seperempat dari semua koleksi kita, dan kita punya sekitar 200 an artefak, ini masih sekitar 50 artefak. Ini memang masih museum arkeologika benda bersejarah, artefak, yang kita pamerkan, nanti lebih lanjut akan membangun, mendesain museum etnografi yang berisi seni dan budaya masa kini,” ujarnya.

Sementara Ari Widya Utomo selaku edukator Museum Sri Aji Jayabaya Kediri mengatakan koleksi museum saat ini yaitu beberapa arkeologi seperti arca dan peninggalan era Belanda. Koleksi benda bersejarah lainnya yang ditampilkan yaitu peninggalan Kerajaan Mataram Kuno dan Kerajaan Majapahit.

“Yang dipamerkan semacam arca, teknologi penyimpanan semacam gentong, disitu ada jobong juga, saluran air, benda untuk mengelola hasil bumi seperti lumpang, gandik dan pipisan. Ada juga teknologi arsitektur bangunan tradisional seperti umpak, dan bata kunci,” ucapnya.

Di Museum Sri Aji Jayabaya juga terdapat Kepala Arca Bodhisatwa yang merupakan salah satu koleksi berharga (masterpiece) yang berasal dari era Kerajaan Kediri/Mataram Kuno yang ditemukan di situs Adan-Adan. Mustika Prayitno Adi mempersilahkan bagi masyarakat yang ingin melihat langsung koleksi sejarah di Museum Sri Aji Jayabaya.

“Museum buka setiap hari kesuali hari Senin, dengan waktu buka pukul 09.00-15.00 WIB dan masih gratis. Karena jika museum telah berkembang, dimungkinkan akan ada tarif bagi pengunjung yang masih terjangkau, karena fungsi museum bukan untuk secara ekonomis namun sebagai tempat edukasi,” ujar Mustika.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....