Pemkot Kediri Sulap Kawasan IPLT Jadi Ikon Wisata

  • 31 Jan 2026 14:11 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri - Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri menyulap kawasan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) menjadi ikon wisata baru, bernama Taman Ramah. Area yang berada di Kelurahan Campurejo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri tersebut, sengaja didirikan oleh pemda setempat sebagai tempat rekreasi, dan edukasi masyarakat.

"Taman Ramah ini adalah salah satu fasilitas dari IPLT," kata Kepala Dinas PUPR Endang Kartikasari, dalam keterangannya Sabtu, 31 Januari 2026.

Menurutnya, pembangunan IPLT ini diwujudkan pada tahun 2024 dari DAK Sanitasi, sedangkan pengadaan akses jalan menuju IPLT dilakukan pada tahun 2025. "Tahun ini, kami sedang mempersiapkan operasional IPLT. Sementara karena masih belum terbentuk UPT, jadi sekarang masih 20 orang, terdiri dari supir truk tinja, security, dan tenaga kebersihan," katanya.

Saat ini, kata Endang, Dinas PUPR sedang menyusun kajian untuk UPT IPLT, baik terkait perda air limbah, dan penyusunan sedot lumpur tinja terjadwal. Ke depan, Pemkot Kediri juga akan menjadwalkan sedot lumpur tinja, baik di instansi maupun masyarakat.

"Untuk kapasitas IPLT mencapai 15 meter kubik per harinya. Padahal, kebutuhannya 30 meter kubik dan sementara waktu sampai 2030 masih mencukupi. Insya Allah di sini dapat melayani 50.000 KK," katanya.

Sebelumnya, saat menghadiri senam bersama warga di Kelurahan Campurejo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati menyebutkan, selama ini, beberapa warga ada yang belum paham mengenai IPLT. "Untuk itu, Dinas PUPR perlu berkolaborasi dengan kelurahan atau kecamatan agar anak-anak maupun masyarakat bisa berkunjung ke IPLT," katanya.

Vinanda mengatakan, fungsi IPLT memang banyak sekali. Selain pengolahan tinja, di kawasan IPLT juga mendukung sanitasi yang layak untuk mencegah berbagai macam penyakit.

"Fungsi semacam ini harus kita kenalkan, karena sangat penting dan banyak manfaatnya," katanya.

Vinanda berpesan, kepada seluruh maayarakat agar turut menjaga Taman Ramah ini. Mulai dari kebersihan, ketertiban, hingga keindahannya. Semua tanaman yang ditanam tidak boleh dirusak.

"Lalu apabila ada warga yang berjualan di sini, maka kebersihannya juga harus diperhatikan. Sampah harus dibuang di tempat yang disediakan," katanya.

Bahkan, lanjut Vinanda, idealnya sampah dari pelaku UMKM yang berjualan itu bisa dipilah. Dengan demikian, bila ada sampah yang masih bernilai ekonomi bisa dimanfaatkan.

"Tolong dijaga taman ini agar nanti Taman Ramah ini tetap indah dan menjadi ikon baru di Kelurahan Campurejo," katanya.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....