Libur Nataru Kunjungan Candi Tegowangi Kediri Meningkat
- 28 Des 2025 16:44 WIB
- Kediri
KBRN, Kediri: Masyarakat yang berkunjung di wisata sejarah Candi Tegowangi, Desa Tegowangi, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri meningkat sekitar 50 persen lebih selama libur Nataru. Tidak hanya dari masyarakat lokal Kediri, pengunjung juga banyak yang berasal dari luar daerah seperti Jombang, Tulungagung, Malang bahkan dari Sulawesi.
Juru Pelihara dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri yang ada di Candi Tegowangi, Ahmad Fathoni, Minggu 928/12/2025) menjelaskan pengunjung yang menyukai sejarah, banyak yang ingin mengetahui cerita dan relief Candi Tegowangi. Wisata sejarah Candi Tegowangi dibuka untuk masyarakat mulai pukul 08.00-16.00 WIB secara gratis, tidak ada tiket masuk maupun biaya parkir.
“Selama Nataru ini pengunjung meningkat ada 50 persen lebih, kebanyakan dari Kampung Inggris, sama pengunjung luar kota. Kemarin ada pengunjung dari Jakarta, Bekasi, dan Jawa Tengah juga banyak,” ujarnya.
Sementara AKP Gatot Pesantoro, S.H., Kapolsek Plemahan, Polres kediri mangatakan untuk pengamanan selama Nataru, pihaknya melakukan patroli rutin di gereja-gereja maupun tempat wisata yang ada di Kecamatan Plemahan. Dalam petroli juga diberikan imbauan kepada pengunjung wisata, agar selalu menjaga keamanan dan ketertiban saat menikmati liburan.
“Selai pengamanan liburan Natal dan Tahun Baru, Polsek Plemahan juga melakukan patroli ke tempat wisata salah satunya Candi Tegowangi. Tujuannya adalah menjaga keamanan dan ketertiban serta tidak ada kejadian yang tidak diharapkan, juga memberikan imbauan kepada pengunjung tentang keamanan,” jelasnya.
Titik Handayani salah satu pengunjung asal Banyuwangi mengungkapkan alasan berwisata ke Candi Tegowangi yaitu untuk mengenalkan pada anak tentang sejarah nenek moyang di Jawa Timur khususnya di kediri. Sehingga diharapkan generasi sekarang mengetahui situs-situs sejarah yang masih terjaga hingga saat ini.
“Kami ingin mengenalkan pada anak kami bahwa kita punya sejarah terutama yang di Jawa Timur. Jadi harapan kami anak-anak tau sejarah nenek moyang, banyak peninggalan candi-candi, sehingga mereka tau sejarah zaman dulu,” ucapnya.
Ahmad Fathoni mengimbau kepada para pengunjung wisata sejarah Candi Tegowangi agar selalu menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Pengunjung juga tidak diperbolehkan merusak dan memindah tata letak batu yang ada di Candi Tegowangi agar tetap lestari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....