Kunjungan Masyarakat Ke Candi Tegowangi, Kediri Meningkat

  • 26 Sep 2025 15:41 WIB
  •  Kediri

KBRN, Kediri: Kunjungan masyarakat ke Candi Tegowangi, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri, dari tahun ke tahun meningkat, bahkan saat ini kunjungan mencapai empat ribu orang per bulan. Kunjungan tidak hanya dari pelajar, mahasiswa dan wisatawan lokal Kediri, tetapi juga wisatawan dari daerah sekitar yang ada di wilayah Jawa Timur.

Nurali, Korwil Juru Pelihara Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK), wilayah Kediri Raya, Jumat (26/9/2025), menyampaikan kunjungan Candi Tegowangi sejak dirawat oleh BPK wilayah 11 Jawa Timur semakin meningkat. Untuk melengkapi sarana dan prasarana di area Candi Tegowangi yang begitu luas memerlukan biaya yang banyak, oleh sebab itu dilakukan secara bertahap.

“Masuk ke Candi Tegowangi gratis, tidak ada biaya parker, tidak ada biaya masuk, tanpa ada pungutan biaya apapun. Tapi yang terpenting adalah menjaga kebersihan, tidak boleh memindah batu atau corat-coret, tidak boleh merusak yang harus di taati,” ucapnya.

Ia menambahkan selama ini dalam merawat wisata sejarah dan budaya Candi Tegowangi dibantu oleh enam orang. Tiga orang dari Dinas Pariswisata Kabupaten Kediri dan tiga orang dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) wilayah 11 Jawa Timur.

Sementara Edi salah satu pengunjung Candi Tegowangi asal Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri mengatakan alasan mengunjungi Candi Tegowangi karena ingin melihat bukti pra sejarah,serta menikmati suasana yang tenang. Candi Tegowangi juga merupakan tempat wisata bagi keluarga yang nyaman dan murah meriah.

“Disini nyaman, damai, tenang, banyak yang jualan dan masuknya tidak menguras kantong. Saya dari awal tertarik dengan Candi Tegowangi karena ada khas pra sejarah candinya dan disini tempatya rindang, banyak pohonnya,” ujarnya.

Nurali menambahkan secara bertahap wisata sejarah dan budaya Candi Tegowangi akan melengkapi sarana dan prasarana. Dan saat ini tengah fokus pada pelebaran tempat parkir kendaraan pengunjung dan juga pagar keliling di area Candi Tegowangi.

Ia berharap seluruh masyarakat turut menjaga, merawat dan ikut melestarikan peninggalan sejarah yang ada di Kediri bahkan di Indonesia agar tidak punah. Karena semua cagar budaya yang ada adalah milik masyarakat indonesia.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....