Ritual Larung Sesaji Di Gunung Kelud Berlangsung Khidmat

  • 06 Jul 2025 15:29 WIB
  •  Kediri

KBRN, Kediri: Ritual Larung Sesaji di lereng Gunung Kelud, di Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri berlangsung dengan khidmat, pada Minggu (6/7/2025).

"Prosesi ini diadakan dengan melarung berbagai hasil bumi ke kawah Gunung Kelud, di Kabupaten Kediri. Agenda ini juga sekaligus bentuk ungkapan rasa syukur atas berkah hasil bumi yang melimpah," kata Plt Camat Ngancar Moh. Muthoin, di area kawah Gunung Kelud, Kabupaten Kediri.

Muthoin menceritakan, bagi warga setempat, acara tersebut telah menjadi tradisi turun-temurun. Oleh karenanya, pada tahapan larung sesaji ini terdapat beragam hasil pertanian dan makanan khas daerah yang dibentuk dalam wujud gunungan. Kemudian, seluruh hasil bumi dan sesaji ini dilarung ke kawah Gunung Kelud sebagai bentuk persembahan kepada alam.

"Semua gunungan hasil bumi ini bentuk syukur kami kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas berkah hasil bumi yang melimpah, baik di sektor pertanian, dan kehidupan yang memang telah diberikan selama setahun ini," katanya.

Adapun pada tahun ini, ada 10 desa di Kecamatan Ngancar yang berpartisipasi dalam ritual Larung Sesaji ini. Mereka tak hanya dari perangkat desa, tapi melibatkan pengusaha lokal, kelompok tani, tokoh masyarakat, dan unsur Muspika.

Di tempat ini, ritual digelar pada pukul 06.00 WIB, di mana para sesepuh dan juru kunci Gunung Kelud mulai berangkat dari area parkir kawasan wisata menuju kawah. Mereka membawa aneka sesaji seperti sekul suci (nasi putih), polo pendhem (umbi-umbian), ayam cemani, ayam jawa, pisang raja, serta hasil bumi yang lain.

"Khusus untuk Ayam Cemani dan Ayam Jawa kami lepas di sekitar kawah, dan ritual ini bagian penting dari prosesi yakni simbol pengorbanan dan penyucian alam. Selesai melarung, acara berlanjut di lokasi wisata dengan menggelar doa bersama dan arak-arakan," katanya.

Pada kegiatan ini, tampak 25 gunungan tumpeng hasil bumi yang dibawa di rest area Titik Pertama. Gunungan penuh makanan tersebut, lalu dinikmati bersama-sama oleh pengunjung dan warga. Tal hanya itu, juga diadakan pula pertunjukan seni reog, tari dan jaranan.

Kepala Desa Sugihwaras, Mariana Dwi Noventi mengemukakan, ritual Larung Sesaji di Gunung Kelud memang digelar setiap tahunnya pada bulan Suro dalam penanggalan Jawa. Upaya ini sebagai wujud pelestarian budaya, sarana memperkuat hubungan spiritual masyarakat dengan alam, serta harapan masyarakat terhadap keselamatan Gunung Kelud dari bencana.

"Kami berharap acara ritual ini juga mampu menghidupkan kembali bangkitnya sektor pariwisata di Gunung Kelud pasca pandemi Covid-19. Sebab, kunjungan wisatawan yang meningkat sangat penting untuk mendukung roda ekonomi warga setempat, seperti pelaku UMKM, wisata, dan petani buah Nanas sebagai komoditas unggulan," katanya.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....