Daffa Addiba Sulap Tempat Angker Jadi Wisata Edukatif

  • 12 Feb 2025 21:51 WIB
  •  Kediri

KBRN, Kediri: S Daffa Addiba Cessario, seorang Gen Z di Dusun Tandan, Desa Purwodadi, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri berhasil menyulap tempat angker menjadi wisata edukatif.

Pemuda yang akrab disapa Daffa menceritakan, awalnya usaha wisata edukatif ini ketika iseng mencoba bisnis di sektor agribisnis melalui budidaya Buah Alpukat. Kala itu, pihaknya bingung belum punya lahan tanam, sehingga memakai rumah lama milik kakek neneknya yang dikenal angker, karena puluhan tahun tidak ditempati.

Kemudian, areal dengan lahan seluas 500 meter persegi itu dijadikan lokasi bisnis yang berkonsep one stop business atau lengkap dari hulu hingga hilir. Tepatnya, dengan menyediakan bibit pohon, Buah Alpukat, sampai menyediakan Green House khusus sebagai area Wisata Edukatif Petik Buah Alpukat dan Buah Melon Hidroponik.

Padahal sebelumnya, pria alumnus jurusan Manajemen Universitas Brawijaya Malang itu memiliki latar belakang jual beli motor second. Namun dengan mendirikan usaha tersebut, banyak masyarakat dari berbagai usia yang berdatangan untuk petik buah, sekaligus belajar cara tanam buah dengan baik.

"Dulu setelah lulus kuliah, sempat buka usaha mobil second begitu. Tapi akhirnya bisnis ini pada tahun 2021 terdampak pandemi Covid-19, dan saya mulai banting setir dengan iseng-iseng otodidak menanam pohon Buah Alpukat berbagai jenis, alhamdulilah hingga sekarang hasilnya memuaskan," ungkap Daffa, saat ditemui di tempat usahanya di Mahkota Omah Manggis, Desa Purwodadi, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, pada Rabu (12/2/2025).

Kini dengan hampir empat tahun bergelut di sektor pertanian, Daffa telah memiliki banyak jenis tanaman Buah Alpukat yang dikembangkan di kantor pemasarannya, dan dikemas memakai metode Tabulampot (tanaman buah dalam pot) berukuran besar. Mulai dari jenis Alpukat Kelud, Miki, Aligator, Red Vietnam dan lain-lain. Lalu, dengan nalurinya sebagai Gen Z, maka dalam pengembangan bisnisnya banyak memanfaatkan sarana digitalisasi, yakni media sosial berbagai platform terutama video.

"Masyarakat yang datang ke sini tidak hanya bisa membeli bibit tanaman, tetapi kalau datang Sabtu, Minggu, dapat mencicipi olahan Buah Alpukat baik berupa minuman Jus dan lainnya. Yang mana sembari menikmati minuman, juga melihat langsung pemandangan apik dan merasakan udara sejuk di Kebun Buah Alpukat," katanya.

Ketika ditanya arti nama tempat usaha Mahkota Omah Manggis, Daffa mengemukakan, pemilihan sebutan Omah Manggis terinspirasi dari sejarah rumah kakek neneknya yang terdapat Pohon Buah Manggis. Pada zaman dulu, masyarakat sekitar sering menggunakan Pohon Buah Manggis di sana sebagai penanda (tetenger, bahasa Jawa, red), dan sampai sekarang pohon itu juga masih tegak berdiri.

Sementara, untuk kata Mahkota, pria yang kini berusia 24 tahun ini meyakini, ke depan usaha yang ditekuni dengan serius itu dapat membuahkan hasil di posisi puncak, seperti Mahkota Kerajaan yang dimiliki raja. Sebab, ia juga harus memberi peluang sukses bagi sejumlah pekerja yang berasal dari warga setempat.

"Sampai sekarang, penjualan bibit Pohon Buah Alpukat ini sudah meluas ke berbagai daerah dan menembus 100 bibit per bulan. Pesanan paling jauh itu dari Minahasa, Sulawesi Utara," terangnya.

Di tempat ini, Sofia Katarina, salah satu pecinta Buah Alpukat di Kediri, mengatakan, ia sangat tertarik dengan buah tersebut karena memiliki banyak manfaat dan gizi yang baik bagi tubuh. Selain itu, Buah Alpukat juga mudah didapat dan diolah, serta bisa dinikmati dalam segala suasana.

"Saya konsumsi Alpukat ini hampir setiap hari. Apalagi, dari sisi harga, Buah Alpukat juga terjangkau dan jauh dari perubahan harga secara mendadak di pasaran, di mana sekarang harganya stabil, di posisi 30.000-35.000 Rupiah per kilogram," kata Sofia.

Ia berharap, pada masa mendatang usaha yang dirintis Daffa Addiba Cessario itu dapat terus berkembang sehingga memberi kemaslahatan bagi masyarakat, khususnya mampu menginspirasi anak muda kekinian di tengah minimnya lapangan pekerjaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....