Sentra Kerajinan Kulit Manding jJujugan Saat Libur Panjang

  • 28 Jan 2025 16:29 WIB
  •  Kediri

KBRN, Kediri: Libur panjang Isra’ Mi’raj dan Tahun Baru Imlek 2025 dimanfaatkan masyarakat untuk mencari destinasi wisata unik. Salah satu tujuan yang diminati adalah Sentra Kerajinan Kulit Manding di Bantul, Yogyakarta, yang menawarkan pengalaman wisata belanja berbeda.

Rombongan wisata dari RT 02 RW 01 Dusun Banjarejo, Kecamatan Ngadiluwih, Kediri, turut menjadikan Manding sebagai pilihan utama. Menurut Andika (34), Ketua RT sekaligus koordinator rombongan, Manding menawarkan suasana belanja yang nyaman. “Kami memilih Manding karena tenang dan tidak macet seperti Malioboro. Selain itu, banyak yang belum pernah ke sini,” ujarnya, Selasa sore (28/1/2025).

Di Desa Manding, para pengunjung dapat memilih berbagai produk kulit asli, seperti sepatu, sandal, tas, hingga jaket. Semua barang tersedia dengan harga bervariasi. “Kita bisa memilih dengan leluasa tanpa desak-desakan, dan harganya pun sesuai kantong,” kata Andika kepada RRI Kediri.

Menrut Andika libur panjang menjadi kesempatan bagi Manding untuk menarik lebih banyak wisatawan. Melalui belanja dan edukasi, wisatawan tak hanya menikmati produk berkualitas tetapi juga berkontribusi pada pelestarian budaya lokal. “Kami ingin warga juga mendapat pengalaman berharga saat mengunjungi Manding,” terang Andika.

Martanty (48), seorang karyawan toko kerajinan di Manding, mengungkapkan bahwa desa ini tetap mempertahankan keaslian produknya meskipun bersaing di pasar modern. “Kulit yang digunakan di sini bahan nabati, ramah lingkungan, dan kualitasnya setara produk impor,” jelasnya.

Menurut Tanty, mempertahankan keunikan lokal sambil mengikuti tren modern menjadi strategi utama pengrajin Manding. “Kearifan lokal tetap kita jaga, tetapi desainnya kita sesuaikan dengan gaya kekinian agar produk tetap diminati,” ungkapnya.

Tidak hanya berbelanja, wisatawan juga bisa menikmati suasana Manding yang tenang. Ini menjadi daya tarik utama dibandingkan destinasi wisata yang ramai seperti Malioboro. Andika menambahkan bahwa pengalaman ini menjadi nilai lebih bagi warga rombongannya. “Manding cocok untuk liburan sambil belanja dengan suasana santai,” ujarnya.

Tanty menjelaskan, selain menawarkan produk berkualitas, Manding juga mengedukasi pengunjung tentang proses produksi kerajinan kulit. “Pengunjung bisa melihat langsung bagaimana produk dibuat. Ini juga bagian dari daya tarik Manding,” katanya.

Inovasi terus dilakukan para pengrajin untuk mempertahankan daya saing Manding di pasar lokal dan global. Workshop dan pameran rutin menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kerajinan ini kepada khalayak luas. “Kami ingin produk Manding dikenal sebagai karya yang memiliki cerita dan nilai tradisi,” ujar Tanty.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....